Senin, 26 Oktober 2015

PENGARUH BERKEMBANGNYA MASYARAKAT DI JALAN PINDAHAN DENGAN ADANYA ALFAMART

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Secara tidak langsung, kehadiran minimarket juga memperlihatkan bahwa kapitalisme mulai menjajah ke-Indonesia, padahal secara tekstual Indonesia menganut sistem perekonomian Pancasila yang berasaskan kekeluargaan (koperasi). Sistem kapitalisme sangat menguntungkan bagi pemilik modal. Kapitalisme memberikan keleluasaan para pemilik modal untuk menjalankan perekonomian yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya, maka pemilik modal besar akan memiliki kesempatan seluas-luasnya dalam mengembangkan sayap perekonomian, tetapi bagi pedagang tradisional yang memiliki modal kecil sulit bersaing dengan minimarket akan merugi hingga akhirnya bangkrut atau gulung tikar.

Kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi yang tidak ada batasnya dapat merugikan golongan yang lemah dan kaum minoritas. Persaingan yang sangat bebas menyebabkan golongan yang kuat kedudukanya bertambah kuat lagi. Misalnya, pengusaha besar mematikan usaha kecil.

Persebaran minimarket seperti Alfamart pada satu sisi memiliki dampak yang positif, hal ini membuktikan adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan menciptakan investasi, namun disisi lain hal ini dapan menyebabkan kelesuan para pedagang warung kecil, bahkan mematikan usaha mereka. Kehadiran  pasar modern tersebut telah memunculkan iklim persaingan yang tidak sehat yang merugikan pedagang warung kecil. Tidak menutup kemungkinan, kondisi yang timpang tersebut juga berpotensi munumbuhkan benih-benih kecemburuan sosial diantara para pelaku perdagangan. membuat pedagang kios kecil semakin terpuruk bahkan mati karena tergerus keberadaan minimarket yang menawarkan kenyamanan berbelanja, kemudahan pembayaran, kualitas produk yang lebih baik dan nilai plus lainnya bila dibandingkan dengan apa yang dapat ditawarkan oleh warung kecil.

Dari uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh minimarket Alfamart terhadap pendapatan perkembangan masyarakat di jalan pindahan . Oleh karena itu, atas dasar tersebut penulis akan melakukan penelitian dalam sebuah skripsi yang berjudul: “Pengaruh Berkembangnya Masyarakat di Jalan Pindahan Dengan Adanya Alfamart”


1.2  Rumusan Masalah
  1.  Bagaimana awal mulanya pertumbuhan alfamart di jalan pindahan ?
  2.  Apa analisis manfaat dan kerugian yang di terima warga atau warung kecil yang ada di sekitar alfamart?


1.3  Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui bagaimana awal tumbuhnya alfamart di jalan pindahan.
  2. Untuk mengentahui analisis manfaat dan kerugian yang di terima warga atau warung  kecil yang ada di sekitar alfamrt.



BAB II
BAHASAN TEORI

    2.1  Pengertian Alfamart

·                     Menurut id.wikipedia.org Alfamart adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produkmakanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnyatersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.

·                     Menurut corporate.alfamartku.com Alfamart adalah gerai komunitas, karenanya  kami selalu berpartisipasi dalam meningkatkan  kesejahteraan masyarakat melalui program  Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang terbagi menjadi Alfamart Care yang membantu masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial.

Sejarah Alfamart dimulai pada tahun 1989 oleh Djoko Susanto dan Keluarga. Didirikan dengan nama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Perseroan), yang memulai usahanya di bidang perdagangan dan distribusi, kemudian pada 1999 mulai memasuki sektor ritel minimarket. Ekspansi secara ekponensial dimulai Perseroan pada tahun 2002 dengan mengakusisi 141 gerai Alfaminimart dan membawa nama baru Alfamart. Saat ini Alfamart merupakan salah satu yang terdepan dalam usaha ritel, dengan melayani lebih dari 3.0 juta pelanggan setiap harinya di hampir 10.300 gerai yang tersebar di Indonesia. Alfamart menyediakan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, tempat belanja yang nyaman, serta lokasi yang mudah dijangkau. Didukung lebih dari 70.000 karyawan menjadikan Alfamart sebagai salah satu pembuka lapangan kerja terbesar di Indonesia.

   2.2  Analisis  Perkembangan Alfamart Serta Manfaat Dan Kerugian

Saya berasal dari pekalongan tetapi saya tinggal di Depok karena orang tua saya bekerja di depok, sudah 26tahun kurang lebih saya beserta keluarga tinggal di depok dari yang dulu tidak ada alfamart sekarang ada alfamart yang letaknya mungkin starategis untuk membuka mini market  , dulunya sebelum alfamar di dirikan ditempat itu Cuma ada bengkel  mungkin karena bengkelnya sepi  jadi tempatnya di sewakan oleh perusahaan alfamart, manfaat dan kerugian yang di rasakaan oleh masyarakat sebagai berikut:
·         Dampak positifnya bagi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat berbelanja dengan nyaman karena mendapatkan fasilitas yg baik dari pihak alfamart itu sendiri, sedangkan dampak negatinya adalah kerusakan lingkungan akibat pembuatan bangunan dari alfamart itu sendiri.

·         Dampak bagi warung kecil
Dampak yang ditimbulkan akibat adanya alfamart yang berdekatan dengan usaha warung kecil adalah penurunan penjualan terhadap warung kecil tersebut.



BAB III
PENUTUP

   3.1 KESIMPULAN
 Perkembangan alfamart di jalan pindahan cukup menimbulkn manfaat bagi masyarakat di sekitarnya walapun ada warung kecil yang mengalami penurunan pendapatan namun masalah tersebut dapat di terima oleh pedagang warung kecil.



REFERENSI


http://myzizul990.blogspot.co.id/

Selasa, 13 Oktober 2015

ADAT PERNIKAHAN KOTA PEKALONGAN


PENDAHULUAN

Suatu acara pernikahan adalah hal yang selalu di selenggaran ketika sebuah hubungan sudah menetukan langkah ke jenjang yang lebih serius. Tepatnya tanggal 24 september penulis di udangan ke acara pernikahan di kota pekalongan hari itu bertepatan hari  Idul Adha acara di selenggarakan dengan nuansa tradisional khas jawa kota pekalongan.



LANDASAN TEORI

A. Definisi Para Ahli Tentang Adat ,Pernikahan ,Kota pekaloangan

1. Adat

Menurut Jalaludi Tunsam dalam tulisannya pada tahun 1660 menyatakan bahwa “adat”
berasal dari bahasa arab yang merupakan bentuk jamak dari (adah) yang memiliki arti cara
atau kebiasaan.

Sedangkan menurut Koen Cakraningrat, adat ialah suatu bentuk perwujudan dari kebudayaan. Kemudian, adat digambarkan sebagai tata kelakuan. Adat merupakan sebuah norma atau aturan yang tidak tertulis, akan tetapi keberadaannya sangat kuat dan mengikat sehingga siapa saja yang melagggarnya akan dikenakan sangsi yang cukup keras. Contohnya, jika ada pasangan yang melakukan suatu hubungan tidak terpuji seperti perzinahan maka pasangan tersebut akan mendapatkan sangsi baik secara fisik maupun mental seperti yang diterapkan oleh provinsi Aceh yang menerapkan hukuman cambuk.

2. Pernikahan

# PROF. SUBEKTI, SH
Perkawinan adalah pertalian yang sah antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan untuk waktu yang lama.

# PROF. MR. PAUL SCHOLTEN
Perkawinan adalah hubungan hukum antara seorang pria dan seorang wanita untuk hidup bersama dengan kekal, yang diakui oleh negara.

# PROF. DR. R. WIRJONO PRODJODIKORO, SH
Perkawinan adalah suatu hidup bersama dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang memenuhi syarat-syarat yang termasuk dalam peraturan hukum perkawinan.

# K. WANTJIK SALEH, SH
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri.

3. Kota Pekalongan

Menurut (https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekalongan) Kota Pekalongan adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten
Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan.
Kota ini terletak di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif. Kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014 dan memiliki city branding World's city of Batik.

Transportasi di kota ini pun sudah cukup berkembang, karena terdapat terminal besar, stasiun, dan taksi. Makanan khas Pekalongan adalah megono, yakni irisan nangka dicampur dengan sambal bumbu kelapa. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan petai dan ikan bakar sebagai menu tambahan.

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain misalnya: syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh wali kota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.



ANALISIS

Acara pernikahan adalah sebagai suatu kebudayaan yang bersifat universal bagi manusia di dunia ternyata menjadi objek pembelajaran yang begitu menerik untuk di pelajari karena keragamannya.

Salah satunya yang menurut penulis menarik adalah acara pernikahan yang ada di kota Pekalongan karena kebetulan penulis berasal dari kota pekalongan.

Ada beberapa tahapan yang di lakukan dalam acara pernikahan di kota Pekalongan  seperti:

1. Pihak laki-laki berkunjung ke kluarga calon pengantin perempuan untuk mengikat calon peremmpuan dalam suatu hubungan ke arah suatu pernikahan, bisa saja acara pertunangan atau tukar cincin di lakukan dalam kesempatan ini.

2. Musyawarah kedua belah keluarga untuk menentukan hari jadi akad dan resepsi .

3. Pihak laki-laki atau yang mewakili datang ke pihak calon pengantin perempuan menyerahan seserahan.

4. Malam mindodaren itu adalah hari nyumbang ( memberi uang titipan) mulai dari pagi, siang, malam bahkan sampe keesokan harinya menjelang resepsi.

5. Akad nikah, rombongan pengantin laki-laki datang dan melakukan akad nikah di saksikan oleh seluruh orang yang datang pada acara tersebut. Selesai akad para tamu di jamu makanan biasanya di antarkan ke tempat duduk masing-masing oleh rewang (yang membantu dalam acara ).

6. Resepsi yang saya datangi saat itu di laksanakan pada malam hari kedua mempelai di rias seperti pengantin jawa pada umumnya dengan beberapa kali mengganti baju  ada sesi berfoto dengan keluarga , para tamu ataupun dengan sahabat dari mempelai pria maupun wanita.

Tahap- tahap di atas mungkin tidak terlalu beda dengan adat pernikahan jawa pada umunyanya, hanya beberapa penulis tidak menyebutkan apa istilah yang menggambarkan tahapan-tahapan tersebut.



REFERENSI

http://paketpernikahanpengantin.com/pengertian-dan-definisi-pernikahan-perkawinan-2/
http://www.duniapelajar.com/2014/07/04/pengertian-adat-istiadat-menurut-para-ahli/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekalongan

Jumat, 17 April 2015

Di DugaTeror Bom Di ITC Depok

Depok. Pada senin tanggal 23/2/26 ITC Depok  sebuah benda yang dibungkus kardus berwarna coklat yang di duga bom itu meletup di area toilet lantai 2,ada seorang petugas kebersihan yang bernama sony mengatakan melihat bungkusan benda mencurigakan tersebut di area toilet sekitar pukul 16.00, sony sendiri mengira benda yang terbungkus kardus warna coklat tersebut milik pengunjung yang tertinggal, dan pada pukul 18.00 benda tersebut mengeluarkan ledakan ringan sebanyak satu kali ,saat meledak pengunjung lngsung berhamburan keluar .
tim Gegana Polda Metro Jaya dibantu Polres Depok masih melakukan sterilisasi dan berjaga di sekitar toilet. Anggota Gegana tampak keluar membawa satu bungkusan kadus berwarna cokelat yang dilakban. Belum diketahui isi bungkusan itu. Hingga pukul 21.00, tim Gegana masih melakukan identifikasi.

Benda yang ditemukan memang memiliki rangkaian serupa dengan bom, yaitu baterai, kabel berwarna hitam dan biru, detonator dan lakban termasuk 4 botol berwarna biru. 

Namun belum bisa dipastikan benar tersebut benar bom, termasuk apakah ini bagian dari aksi teror.

Benda-benda yang berada dalam kardus berukuran sedang dan diikat lakban itu kini sudah diamankan ke Mako Brimob Kelapa Dua. Kondisi benda tampak tidak mengalami kerusakan berat, hal itu menunjukkan memang hanya letupan suara.

Selasa, 07 April 2015

Serunya Masa SMPku

Namaku Nita aku ingin menceritakan masa-masa keseruanku pada saat aku di SMP aku mempunyai 3 sahabat wanita ada Amel, Cici, Mayang, kami termasuk remaja putri yang nakal walaupun kami ber 4 kesekolah menggunakan jilbab tapi kami tidak risih melakukan apa yang ank laki-laki lakukan tapi prestasi di sekolah kami tetap jadi yang terbaik ,pada suatu hari  di depan sekolah sebelum masuk sekolah ,entah setan apa yang terlintas di pikiran si cici ,dia mengajak aku,amel,mayang untuk bolos pergi kerumah cici ,”cabut yuk “ kata cici saat kita sedang berkumpul “kemana” kata amel, “kerumah gw yuk “ kata cici ,”yuk” kataku,amel,mayang . kami pun pergi berjalan kaki menuju rumah cici di tengah jalan kami melihat mobil bak yang sedang membawa besi “naik itu aja yuk “celetuk si mayang , “ya udah “ kata ku ,cici,amel . kami pun berlari mengejar mobil bak yang sedang berjalan entah lah yg di fikirkan orang terhadap kami apa, 4 orang anak perempuan memakai jilbab berlari- lari mengejar mobil bak yang sedang membawa besi untuk menaiki mobil bak tersebut, setelah kita berlari-lari mobil bak pun mulai dekat dan mulai berjalan berlahan karena di depan terdapat polisi tidur jadi membuat mobil tersebut melaju lebih berlahan, cici pun yang pertama naik sambil mengkat roknya sedengkul setelah cici berhasil naik dia membantu amel,  mayang dan terakhir aku ketika aku berhasil naik , aku tidak bisa mengangkat rok panjangku lebar-lebar alhasil aku harus di tarik oleh ke 3 sahabatku kuat-kuat ,sialnya setelah di tarik malah kepalaku yang sampai terbentur besi yang ada di atas mobil bak ,setelah kami semua sudah di atas mobil bak dan mobil bak berjalan sekitar  1menit ,entah kenapa mobil bak malah berhenti di depan warung  sopirpun keluar dan mengatakan kepada kami “neng udah sampe sini aja, udah sampe “ kata sopir mobil bak tersebut . disitupun kami  bengong dan sempat kesal ,ngdumel di dalam hati tapi hal itu yang membuat kita tertawa terbahak-bahak yang susah payah kita naik mobil bak sampe aku terbentur besi ini malah Cuma 1menit di atas mobil bak tersebut, dan akhirnya kami pun meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki sambil menertawakan kekonyolan yang barusan terjadi . setelah jauh berjaln kami pun sampai juga di rumah cici ,kami menuju kekamarnya cici dan beristirahat.

sekarang kami sudah beranjak dewasa amel dan mayang meneruskan kuliah sambil bekerja,cici yang sudah terlebih dahulu berubah tangga ,sedangkan q memilih untuk fokus meneruskan pendidikan ,cita-cita aku,amel dan mayang ingin menjadi wanita yang sukses terlebih dahulu baru berumah tangga.semoga cita-cita aku ,amel dan mayang di jabah oleh ALLAH SWT ,amin 

# nama di atas di samarkan jika ada kesamaan nama saya mohon maaf

PENALARAN, SILOGISME DAN ENTIMEN

A. PENALARAN
merupakan suatu corak atau cara seseorang mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain.

Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.
  •     Penalaran Induktif
  • Penalaran Deduktif

1. Proposisi
Suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan.
2. Inferensi (infere) : menarik kesimpulan.
proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui.
3. Implikasi (implicare) : melibat / merangkum.
rangkuman, sesuatu yang dianggap ada karena sudah di rangkum dalam fakta/ evidensi itu sendiri.
4. Evidensi
Semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.

CARA MENGUJI DATA
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

CARA MENGUJI FAKTA
1.      menentukan apakah data itu merupakan kenyataan atau yang sungguh terjadi. Setelah yakin dengan hal itu barulah dilakukan penilaian yang kedua.
2.      Penilaian kedua ini berdasarkan 2 dasar yaitu Konsistensi dan juga Koherensi.

CARA MENILAI AUTORITAS
1.      Tidak mengandung Prasangka
2.      Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
3.      Kemashuran dan Prestise
4.      Koherensi dengan Kemajuan

B. SILOGISME
Bentuk Penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya.

1. JENIS SILOGISME
•     Silogisme Kategorial adalah salah satu premis merupakan anggota premis yang lain.
•   Silogisme hipotesis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.
• Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.

2. UNSUR-UNSUR YANG TERDAPAT DALAM SILOGISME
  • Premis Umum (Premis Mayor)
  • Premis Khusus (Premis Minor)
  • Simpulan
C. ENTIMEN

Suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Jumat, 09 Januari 2015

Pengaruh Individu, keluarga dan situasi

BAB I
PENDAHULUAN


I.1  Latar Belakang

Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.

Dengan adanya  naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah  hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam  masyarakat yang memiliki suatu  norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius.



I.2. Rumusan Masalah
1.      Jelaskan definisi pertumbuhan dan faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan!
2.      Jelaskan definisi keluarga!
3.      Jelaskan fungsi keluarga!
4.      Jelaskan definisi individu, keluarga dan situasi
5.      Jelaskan hubungan antara individu dengan kluarga

I.3 Tujuan Masalah
1.    Untuk mengetahui definisi pertumbuhan dan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
2.    Mengetahui difinisi kluarga
3.    Mengetahui fungsi kluarga
4.    Mengetahui definisi individu,kluarga dan situasi           
5.    Mengetahui hubungan antara individu dengan kluarga








BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pertumbuhan dan Perkembangan

Pada pembahasan konsep mengenai perkembangan individu ini, kami akan merangkaikan pengertian perkembangan dengan pertumbuhan. Hal ini dikarenakan dua kata tersebut dalam kedudukannya sebagai pengubah serta pemberi pengaruh terhadap diri individu tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolic/bersifat kuantitatif (Soetjiningsih,1988). 

Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga  dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

Perkembangan adalah bertambah kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. 

Perkembangan menyangkut adanya proses pematangan.sel-sel tubuh,jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa,sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya termasuk juga emosi,intelektual dan tingkah laku sebagai hasil iteraksi dengan lingkungan (Soetjiningsih, 1988). Perkembangan (development) juga merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan ini adalah proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia. Akhmad Sudrajat : 2008, memberikan definisi bahwa “Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.”

Adapun ciri – ciri pertumbuhan dan perkembangan yaitu kontinu; ada masa percepatan dan perlambatan; erkembangan mempunyai pola yang sama untuk semua individu, tetapi untuk kecepatan berbeda-beda untuk tiap individu, sangat dipengaruhi lingkungan; perkembangan erat dengan maturasi susunan saraf pusat; dan refleks primitif hilang sebelum gerakan volunteer tercapai.

Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, volume serta jumlah sel yang ditandai dengan pertambahan panjang, berat dan tinggi makhluk hidup yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke bentuk semula) dan kuantitatif (dapat diukur). Perkembangan adalah suatu proses dari organisme muda menuju keadaan yang lebih dewasa (matang secara seksual sehigga dapat melakukan reproduksi), serta bersifat kualitatif (tidak dapat diukur).
Berikut ini contoh yang dapat memperjelas perbedaan antara petumbuhan dan perkembangan.

1.      Pertumbuhan
Pertumbuhan Tanaman mangga yang tumbuh dari tanaman muda yang kecil menjadi tanaman yang lebih besar dan bercabang rindang. ukurang tinggi, berat dan volume dari batang dan daun tanaman mangga tadi dapat diukur dengan menggunakan alat ukur yang ada.

2.      Perkembangan
Tanaman mangga yang ketika menjadi tanaman muda tidak menghasilkan bunga dan buah, setelah beberapa tahun ditumbuhkan, dapat menghasilkan bunga dan buah yang bertujuan untuk perkembangbiakan dan reproduksi. Proses ini tidak dapat diukur karena kematangan seksual tanaman mangga tadi dapat berbeda – beda antara satu individu dengan individu lain, tergantung dari faktor yang mempengaruhi.

Berdasarkam uraian-uraian tersebut, maka dapat diartikan bahwa pertumbuhan fisiologis/fisik individu tidak ada artinya bila individu itu tidak mau melakukan proses pembelajaran untuk memiliki suatu kompetensi, keterampilan atau kemampuan tertentu sebagai bentuk pengembangan diri.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:

a)      Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.

b)      Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

c)      Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.


II.2 KELUARGA

Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi yang menciptakan peranan-peranan sosial bagi si suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Peranan-peranan tersebut dibatasi oleh masyarakat, tetapi masing-masing keluarga diperkuat melalui sentimen-sentimen yang sebagian merupakan tradisi dan sebagian lagi emosional yang menghasilkan pengalaman.

Keluarga adalah pemelihara suatu kebudayaan bersama yang diperoleh pada hakekatnya dari kebudayaan umum, tetapi dalam suatu masyarakat yang kompleks masing-masing keluarga mempunyai ciri-ciri yang berlainan dengan keluarga lain. Berbeda kebudayaan dari setiap keluarga timbul melalui komunikasi anggota-anggota keluarga yang merupakan gabungan dari pola-pola tingkah laku individu (dalam Khairudin, 1985).

Pada garis besarnya keluarga dapat dibagi kedalam dua bentuk besar yaitu keluarga luas (extended family) dan keluarga Inti (nuclear family). Keluarga luas adalah satuan keluarga yang meliputi lebih dari satu generasi dan satu lingkungan kaum keluarga yang lebih luas daripada hanya ayah, ibu dan anak-anak atau dengan perkataan lain, keluarga luas merupakan keluarga inti ditambah dengan anggota-anggota keluarga yang lain, atau keluarga yang lebih dari satu generasi. Sedangkan keluarga inti dapat didefinisikan dengan keluarga atau kelompok yang terdiri dar atah, ibu dan anak-anak yang belum dewasa atau belum menikah.

Di Indonesia sendiri, keluarga telah diatur dalam berbagai peraturan atau undang-undang RI nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan keluarga sebagai berikut : ”Keluarga merupakan wahana pertama seorang anak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kelangsungan hidupnya”.

Sedangkan menurut SD. Vembrianto dalam “Sosiologi Pendidikan” mengintisarikan tentang pengertian keluarga ini yaitu : Keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu dan anak. Hubungan sosial diantara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan atau adopsi. Hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana efeksi dan rasa tanggung jawab Fungsi keluarga ialah memelihara, merawat dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.


*Fungsi Keluarga

Pada dasarnya keluarga mempunyai fungsi-fungsi pokok yang sulit diubah dan digantikan oleh orang atau lembaga lain tetapi karena masyarakat sekarang ini telah mengalami perubahan, tidak menutup kemungkinan sebagian dari fungsi sosial keluarga tersebut mengalami perubahan. Dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga tersebut akan banyak dipengaruhi oleh ikatan-ikatan dalam keluarga, hal ini sesuai dengan yang dikatakan MI Solaeman (1978:18) bahwa : “Pada dasarnya keluarga mempunyai fungsi-fungsi yang pokok, yaitu fungsi-fungsi yang tidak bisa dirubah dan digantikan oleh orang lain, sedangkan fungsi-fungsi lain atau fungsi-fungsi sosial relatif lebih mudah berubah atau mengalami perubahan”.

Mengenal fungsi keluarga Abu Ahmadi (1991:247) mengemukakan bahwa tugas atau fungsi keluarga bukan merupakan fungsi yang tunggal tetapi jamak. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa fungsi kelurga adalah : Menstabilkan situasi keluarga dalam arti stabilisasi situasi ekonomi keluarga; Mendidik; Pemelihara fisik dan psikis keluarga, termasuk disini kehidupan religius.

Mengenai fungsi keluarga, khususnya tanggung jawab orang tua terhadap anaknya Singgih P Gunarsa (1991:54) mengemukakan sebagai berikut : “Tanggung jawab orang tua ialah memenuhi kebutuhan-kebutuhan si anak baik dari sudut organis-Psikologis, antara lain makanan, maupun kebutuhan-kebutuhan psikis seperti kebutuhan-kebutuhan akan perkembangan, kebutuhan intelektual melalui pendidikan, kebutuhan rasa dikasihi, dimengerti dan rasa aman melalui perawatan asuhan ucapan-ucapan dan perlakuan”.

Dari konsep tersebut diterangkan bahwa diantaranya peran orang tua ini sangat penting sekali terhadap pemenuhan kebutuhan intelektual bagi anak melalui pendidikan.Hal ini merupakan tanggung jawab orang tua harus diberikan kepada anaknya sehingga orang tua ditekankan harus mengerti akan fungsi keluarga dan tentunya pemahaman tentang pendidikan. Ini harus benar-benar dirasakan oleh orang tua sampai mampu berkeinginan untuk melanjutkan sekolah anaknya ke yang lebih tinggi sehingga wawasan dan pemahaman anak bisa lebih luas.

Selain dari pendapat diatas mengenai fungsi keluarga ini menurut MI Soelaeman mengatakan sebagai berikut :

  • Fungsi Edukatif – Sebagai suatu unsur dari tingkat pusat pendidikan, merupakan lingkungan pendidikan yang pertama bagi anak. Dalam kedudukn ini, adalah suatu kewajaran apabila kehidupan keluarga sehari-hari, pada saar-saat tertentu terjadi situasi pendidikan yang dihayati oleh anak dan diarahkan pada perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

  • Fungsi Sosialisasi – Melalui interaksi dalam keluarg anak mempelajari pola-pola tingkahlaku, sikap, keyakinan, cita-cita serta nilai-nilai dalam masyarakat dalam rangka pengembangan kepribadiannya. Dalam rangka melaksanakan fungsi sosialisasi ini, keluarga mempunyai kedudukan sebagai penghubung antara anak dengan kehidupan sosial dan norma-norma sosial yang meliputi penerangan, penyaringan dan penafsiran ke dalam bahasa yang dimengerti oleh anak.

  • Fungsi protektif – Fungsi ini lebih menitik beratkan dan menekankan kepada rasa aman dan terlindungi apabila anak merasa aman dan terlindungi barulah anak dapat bebas melakukan penjajagan terhadap lingkungan.

  • Fungsi Afeksional – Yang dimaksud dengan fungsi afeksi adaslah adanya hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dan afeksi. Anak biasanya mempunyai kepekaan tersendiri akan iklim-iklim emosional yang terdapat dalam keluarga kehangatan yang terpenting bagi perkembangan keperibadian anak

  • Fungsi Religius – Keluarga berkewajiban mmperkenalkan dan mengajak anak serta keluarga pada kehidupan beragama. Sehingga melalui pengenalan ini diharapkan keluarga dapat mendidik anak serta anggotanya menjadi manusia yang beragama sesuai dengan keyakinan keluarga tersebut.

  • Fungsi Ekonomis – Fungsi keluarga ini meliputi pencarian nafkah, perencanaan dan pembelanjaannya. Pelaksanaanya dilakukan oleh dan untuk semua anggota keluarga, sehingga akan menambah saling mengerti, solidaritas dan tanggung jawab bersama.

  • Fungsi Rekreatif – Suasana keluarga yang tentram dan damai diperlukan guna mengembalikan tenaga yang telah dikeluarkan dalam kehidupan sehari-hari

  • Fungsi Biologis – Fungsi ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan biologis keluarga, diantaranya kebutuhan seksuil. Kebutuhan ini berhubungan dengan pengembangan keturunan atau keinginan untuk mendapatkan keturunan. Selain itu juga yang termasuk dalam fungsi biologis ini yaitu perlindungan fisik seperti kesehatan jasmani dan kebutuhan jasmani yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan akan mempengaruhi kepada jasmani setiap anggota keluarga.

Dari uraian mengenai fungsi-fungsi keluaga diatas, maka jelaslah bahwa fungsi-fungsi ini semuanya memegang peranan penting dalam keluarga, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan individu yang menjadi anggota keluarganya. Untuk itu dalam penerapannya hendaknya fungsi-fungsi tersebut berjalan secara seimbang, karena akan membantu keharmonisan serta kehidupan keluarga. Pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga ini disertai dengan suasana yang baik serta fasilitas yang memadai.


II.3  Individu, Keluarga, Dan Situasi

1)      Individu

Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.

Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.

Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.

2)      Keluarga

Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri. Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.

3) Situasi

Menurut Engel, dkk(1994) pengaruh situasi adalah pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek. Menurut Asseal (1998) Faktor situasional adalah kondisi sesaat yang muncul pada tempat dan waktu tertentu, kemunculanya terpisah dari diri produk maupun konsumen

4)      Hubungan Individu, Keluarga

Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila pada perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi individu adalah keluarga.

* Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.



Minggu, 23 November 2014

SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK

1. DEFINISI SIKAP KONSUMEN

Sikap konsumen adalah faktorn penting yang akan mempengaruhi keputusan konsumen. Mowen dan Minor(1998) menyebutkan bahwa istilah pembentukan sikap  konsumen(costumer attitude formation) sering kali menggambarkan hubungan antara kepercayaan, sikap dan prilaku. Kepercayaan, sikap, dan prilaku juga terkait dengan konsep atribut produk. Atribut produk adalah karakteristik dari suatu produk. Konsumen biasanya memiliki kepercayaan terhadap atribut suatu produk.

Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli terbentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk, informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Sikap mungkin dihasilkan dari perilaku tetapi sikap tidak sama dengan perilaku. Sikap dapat mendorong konsumen kearah perilaku tertentu atau menarik konsumen dari perilaku tertentu.


2. TIGA KOMPONEN SIKAP

Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu :

  1. Kognitif (cognitive). Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap.
  2. Afektif (affective). Menyangkut masalah emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu.
  3. Konatif (conative). Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi (Notoatmodjo ,1997).

3. FUNGSI-FUNGSI SIKAP

Fungsi Utilitarian ( manfaat )

  • Merupakan fungsi yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar imbalan dan hukuman.
  •  Seorang menyukai suatu produk karena ingin memperoleh manfaat dari produk tersebut atau menghindari resiko produk.
  • konsumen mengembangkan beberapa sikap terhadap produk atas dasar apakah suatu produk memberikan kepuasan atau kekecewaan.
Contoh: Iklan produk perangkat computer yaitu hardisk Samsung yang mengkomunikasikan manfaat Utilitarian dari merek produknya, yaitu aman dalam proses transmisi data dengan ungkapan: “reliability, says it all”.

Fungsi Mempertahankan Ego
  • Sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung untuk melindunginya dari tantangan eksternal maupun perasaan internal, sehingga membentuk fungsi mempertahankan ego.
  • Sikap melindungi citra diri seseorang.
Contoh : seseorang selalu menggunakan sepatu bertumit tinggi, karena dia merasa menjadi lebih tinggi, sehingga bias mengurangi rasa minder dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri.

Fungsi Ekspresi Nilai
  • Sikap akan menggambarkan minat/hobi.
Contoh: sikap seseorang menggambarkan minat, hobby membeli pakaian dibutik menggambarkan ekspresi kelas social seseorang. Butik selalu diasosiasikan dengan tempat penjualan pakaian yang baik dan berkelas.

Fungsi pengetahuan
  • Sikap positif terhadap suatu produk mencerminkan pengetahuan konsumen akan suatu produk.
  • Yang dilakukan pemasar, brosur berisi pengetahuan mengenai produk dan penggunaan produk, dan sebagainya.
Contoh: poster nutrisari berusaha mengubah sikap konsumen dengan meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat warna sayur dan buah yang beragam. Peningkatan pengetahuan konsumen diharapkan dapat meningkatkan konsumsi terhadap produk tersebut.


4.  HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PERILAKU

Sikap dan perilaku sering dikatakan berkaitan erat, dan hasil penelitian juga memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara sikap dan perilaku. Salah satu teori yang bias menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen. Menurut mereka, antara sikap dan perilaku terdapat satu faktor psikologis yang harus ada agar keduanya konsisten, yaitu niat (intention). Worchel dan Cooper (1983) menyimpulkan sikap dan perilaku bias konsisten apabila ada kondisi sebagai berikut:

  1. Spesifikasi sikap dan perilaku
  2. Relevansi sikap terhadap perilaku
  3. Tekanan normatif
  4. Pengalaman.

5. MEMPREDIKSI PERILAKU DENGAN SIKAP

Terdapat enam faktor yang mempengaruhi kemampuan sikap dalam memprediksi perilaku, antara lain:

  1. Tingkat Keterlibatan Konsumen. Jika tingkat keterlibatan konsumen terhadap suatu obyek sikap tinggi (misalnya produk), maka perilakunya cenderung akan sesuai dengan sikapnya yang cenderung kuat.
  2. Pengukuran sikap. Jika pengukuran sikap valid dan reliabel dan mempunyai tingkat abstraksi yang sama dengan pengukuran perilaku serta dalam waktu yang relatif dekat atau bersamaan waktunya, maka sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku.
  3. Pengaruh orang lain. Orang lain yang mempunyai pengaruh kuat dalam kondisi tertentu dapat mempengaruhi sebuah sikap yang negatif menghasilkan perilaku yang positif. Contoh seorang anak tidak suka pada produk pakaian merek A, namun karena orang tua atau kakaknya mempengaruhinya untuk memlih dan membeli merek B, maka meskipun sikapnya positif terhadap merek A, namun perilakunya tidak positif.
  4. Faktor situasional. Kondisi yang mendesak dan situasi yang tidak mendukung (dalam kondisi berduka /sakit maupun gembira) seringkali menyebabkan sikap tidak dapat digunakan untuk memprediksi perilaku.
  5. Pengaruh merek lain. Merek lain yang lebih unggul dalam memberikan manfaat yang diharapkan seringkali mempengaruhi hubungan sikap dengan perilaku.  Konsumen bisa memilih merek lain karena setelah dipilih dan dirasakan ternyata sesuai dengan yang diharapkan konsumen.
  6. Kekuatan sikap. Sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku, ketika sikap tersebut sangat kuat ada pada konsumen.

6.  MODEL PERUBAHAN KEPERCAYAAN, SIKAP DAN PERILAKU

Setelah mempelajari hal diatas maka selanjutnya pemasar harus dapat mengetahui model perubahan kepercayaan,sikap dan perilaku,dimana dalam model ini Proses perubahan di mulai dengan pesan /komunikasi dengan maksdu membujuk.Pemprosesan informasi pesan kemudian terjadi.Pada titik ini Proses perubahan tgerjadi melalui jalur yang berbeda yaitu:

Jalur pengambilan keputusan(dapat di pelajari dengan
  • Proses Perubaha Sikap Berdasarkan Elaboration Likelihood Model,
  • Model Multiatribut, dan
  • Model Reasoned Action atau Model Behavioral Intentions).
Jalur eksperiental (dapat dipelajari dengan:
  • Balance Theory,
  • Mempengaruhi sikap dengan teori pertimbangan sosial.).
Jalur Pengaruh perilaku(dapat di pelajari dengan A.Mempelajari pengaruh Behaviorial).

7. HAL-HAL YANG BISA DILAKUKAN DALAM PEMASARAN
  •  Memecahkan Konflik Dua Sikap Yang Berlawanan

 Konsumen sering kali memiliki dua sikap yang berlawanan terhadap suatu produk. Konsumen akan memandang positif terhadap suatu produk susu, karena susu mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun disisi lain,konsumen mungkin memilki sikap yang negative terhadap susu, karena dianggap mengandung banyak lemak sehingga akan menyebabkan kegemukan. Inilah yang di sebut sebagai dua sikap yang berlawanan yang dimiliki oleh konsumen. Pemasar harus membuat strategi yang tepat untuk memecahkan konflik sikap yang dihadapi oleh konsumen. Strategi tersebut dinamakan memecahkan konflik dua sikap yang berlawanan.

  • Menghubungkan Produk dengan Golongan , peristiwa , atau kegiatan amal tertentu

 Sikap dihubungkan , setidak-tidaknya seagian , dengan berbagai golongan , peristiwa social atau kegiatan amal tertentu. Mengubah sikap terhadap produk , jasa , dan merk dapat dilakukan dengan menunjukkan hubungan produk , jasa dan mer tersebut dengan golongan social , peristiwa , atau kegiatan amal tertentu.

  • Mengubah Evaluasi Relatif Terhadap Atribut

 Suatu produk seringkali dikenal oleh konsumen karena popularitas atributnya yang memiliki fungsi spesifik atau dikenal karena situasi pemakaiannya yang khas. Misalnya, produk minuman the, dikenal sebagai minuman penyegar yang bisa diminum setiap saat. Perusahaan teh berusaha membuat konsumen untuk mengubah citra minuman tersebut menjadi suatu minuman yang bukan sebagai minuman biasa. Contoh promo teh hijau cap kepala jenggot.

  •  Mengubah Kepercayaan Merk

 Mengubah kepercayaan merk terhadap semir sepatu.

Contoh, iklan semir sepatu Kiwi yang dimuat di sebuah majalah berusaha mengubah sikap atau kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut dengan ungkapannya “ dapatkan selalu harum dan rasa segar pada sepatu anda”. Iklan tersebut secara jelas ingin mengubah kepercayaan konsumen kepada produk semir sepatu, yang selama ini persepsinya adalah bahwa semir itu memiliki bau yang kurang sedap. Kiwi tampil sebagai semir sepatu yang memberikan keharuman dan kesegaran. Inilah pesan Kiwi untuk mengubah kepercayaan terhadap mereknya.

  • Menambah sebuah atribut terhadap produk

 Berguna untuk deferensiasi.Atribut baru yang ada pada sebuah produk akan memberikan citra positif kepada konsumen bahwa produk tersebut selalu inovatif. Atribut baru juga bisa berfungsi sebagai manfaat utilitarian yang baru atau manfaat psikologis yang baru bagi konsumen, sehingga konsumen memperoleh manfaat tambahan ketika mengkonsumsi produk tersebut. Atribut baru juga akan berfungsi sebagai diferensiasi dengan merek lainnya. Kehadiran atribut baru akan menyebabkan konsumen bisa melihat perbedaan yang nyata antara merek tersebut dengan merek pesaingnya.
Contoh, brosur biskuit dari Danone, yang meginformasikan mengenai adanya atribut baru pada produk tersebut. Chips More mengkomunikasikan “ lebih banyak coklat chipnya”.

  • Mengubah penilaian merk secara keseluruhan

Salah satu cara lain mengubah sikap konsumen terhadap produk atau merek adalah dengan membangun sikap positif secara keseluruhan terhadap suatu merek. Yang dimaksud dengan keseluruhan adalah produsen tidak secara khsusus menyebutkan perubahan suatu atribut. Contoh, sebuah iklan kartu telepon Pro XL berusaha mengubah sikap konsumen secara keseluruhan terhadap mereknya, dengan mengatakan “ANDA DAPAT PERCAYA PADA YANG PRO.

  •  Mengubah kepercayaan thd merk pesaing

 Sunlight mencuci 2 X lebih banyak dibanding sabun krim.
Produsen sering menggunakan metode iklan perbandingan untuk menyatakan bahwa mereknya lebih baik dari produk pesaing. Contoh, iklan sabun merek Sunlight, dengan menyatakan “SUNLIGHT : Mencuci hampir 2x lipat disbanding sabun krim”. Iklan tersebut secara nyata mengatakan bahwa sabun krim adalah produk pesaing dari sabun cair merek Sunlight. Iklan tersebut tidak menyebutkan merek sabun krim sebagai pesaingnya karena jika disebutkan akan menyalahi etika periklanan.