Rabu, 04 November 2015

Iklan Yang Kurang Beretika

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Makalah ini di buat berdasarkan referensi yang di dapat dari media elektronik ya itu media iklan televisi dengan memperhatiakan mana iklan yang baik dan mana iklan yang kurang beretika, di dalam makalah ini satu iklan yang menurut saya kurang beretika yaitu  Mie Sedaap Rasa Kari Spesial versi Bola, iklan mie sedaap ini di buat untuk menarik perhatian pemirsa di tv agar membeli produk mie sedaap yang terbaru. dengan menggunakan beberapa anak kecil sebagai model dalam iklan tersebut sehingga dapat menarik perhatian pemirsa unttuk membeli produk baru yang dikeluarkan oleh mie sedaap.

isi dari iklan ini adalah dimana beberapa anak kecil yang sedang bermain sepak bola di lapangan tanpa sengaja memecahkan kaca rumah milik seseorang di dekat lapangan tersebut. pemilik rumah muncul dan memarahi anak-anak tersebut namun, anak-anak tersebut berusaha berdalih bahwa mereka sedang melakukan senam yoga. kemudian, mereka bersama-sama memakan mie sedaap rasa kari ayam spesial yang terbaru disana barulah anak-anak tersebut berbicara jujur sehingga salah satu anak di lempar menggunakanbola.

1.2  Rumusan Masalah
·         Apa kah pengertian dari klan ?
·         Apakah pengertian dari etik ?
·         Bagaimana etika dalam beriklan ?

1.3  Tujuan Penelitian
·         Untuk mengetahui  pengertian dari klan ?
·         Untuk mengetahui  pengertian dari etik ?
·         Untuk mengetahui Bagaimana etika dalam beriklan ?


TEORI
2.1 Iklan

Iklan tulis mulai dikenal sejak zaman Yunani kuno. Ketika itu, iklan berisi mengenai budak-budak yang melarikan diri dari tuannya atau mengenai penyelenggaraan pertandingan Gladiator, pada masa ini iklan hanyalah berupa surat edaran. Beberapa waktu kemudian barulah muncul metode periklanan yang ditulis dengan tangan dan dengan kertas yang lebih besar di Inggris. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648. Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat disurat kabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah pertama muncul dalam majalah Harper tahun 1864.

Menurut  www.wikipedia.com Iklan atau dalam bahasa Indonesia formalnya pariwara adalah promosi benda seperti barang, jasa, tempat usaha, dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Manajemen pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, hubungan masyarakat, penjualan, dan promosi penjualan.

2.2 Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.
Tujuan Mempelajari Etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

Pengertian Baik
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif)

Pengertian Buruk
Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku

Cara Penilaian Baik Dan Buruk
Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunism.


2.3 Etika Dalam Periklanan

Menurut Thomas M. Garret, SJ, iklan dipahami sebagai aktivitas-aktivitas yang lewatnya pesan-pesan visual atau oral disampaikan kepada khalayak dengan maksud menginformasikan atau memengaruhi mereka untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi, atau untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi secara positif terhadap idea-idea, institusi-institusi tau pribadi-pribadi yang terlibat di dalam iklan tersebut.

Sebagai kekuatan utama ekonomi, iklan justru menjadi sarana yang efektif bagi produsen untuk menstabilkan atau terus meningkatkan penawaran barang dan jasa. Sementara konsumen dengan sendirinya juga membutuhkan iklan, terutama ketika mereka hidup dalam sebuah masyarakat yang ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, sebuah masyarakat konsumtif dengan tingkat permintaan akan barang dan jasa yang yerus meningkat.

Di sini sebenarnya iklan melakonkan tiga peran sekaligus, yaitu:
  •     Pertama, iklan informatif. Jenis iklan ini bertujuan untuk menginformasikan secara objektif kepada konsumen kualitas dari barang tertentu yang diproduksi, nilai-lebih dari barang tersebut, fungsi-fungsinya, harga serta tingkat kelangkaannya. 

  •    Kedua, iklan persuasif atau sugestif. Jenis iklan ini tidak sekadar menginformasikan secara objektif barang dan jasa yang tersedia, tetapi menciptakan kebutuhan-kebutuhan akan barang dan jasa yang diiklankan. Kalau pada iklan informatif yang mau dicapai adalah bagaimana masyarakat bisa memenuni kebutuhannya, maka pada iklan persuasif justru kebutuhan akan barang dan jasa itu sendiri yang hendak diciptakan. Dan demi tujuan-tujuannya tidak jarang jenis iklan ini mengutamakan unsure-unsur perasaan dan bersifat irasional, karena pesan-pesannya sunguh-sungguh menggerakkan perasaan-perasaan, imajinasi-imajinasi, serta realitas bawah-sadar manusia.dan

  •         ketiga, iklan kompetitif. Meskipun meliputi juga iklan informatif dan persuasif, jenis iklan ini lebih dimaksud untuk mempertahankan serta memproteksi secara kompetitif kedudukan produsen di hadapan pelaku produksi lainnya. Masyarakat kemudian diharapkan memiliki semacam tingkat “kesetiaan” yang relatif tinggi dan tetap selaku pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh satu pelaku produksi tertentu saja.

Masalah moral dalam iklan muncul ketika iklan kehilangan nilai-nilai informatifnya, dan menjadi semata-mata bersifat propaganda barang dan jasa demi profit yang semakin tinggi dari para produsen barang dan jasa maupun penyedia jasa iklan. Padahal, sebagaimana juga digarisbawahi oleh Britt, iklan sejak semula tidak bertujuan memperbudak manusia untuk tergantung pada setuap barang dan jasa yang ditawarkan, tetapi justru menjadi tuan atas diri serta uangnya, yang dengan bebas menentukan untuk membeli, menunda atau menolak sama sekali barang dan jasa yang ditawarkan. Hal terakhir ini yang justru menegaskan sekali lagi tesis bahwa iklan bisa menghasilkan keuntungan-keuntungan bagi masyarkat.


ANALISIS

Menurut saya iklan tersebut karena saat pemilik rumah muncul dan memarahi anak-anak itu mereka tidak mengakui perbuatan mereka sehingga memberikan contoh yang buruk kepada orang lain yang menonton terutama anak-anak karena mengajarkan anak-anak berbohong dan tidak bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan. sehingga dapat memberikan dampak negatif terhadap moral anak-anak bangsa Indonesia itu bisa menjadi contoh dalam kegiatan sehari-hari untuk anak-anak kecil , anak kecil sekarang mudah sekali untuk meniru adegan-adegan yang ada di layar televisi apa lagi dalam tayangan sebuah iklan yang di putar berulang-ulang itu dapat mempengaruhi sikap anak-anak yang menontonnya.

Saran: seharusnya suatu iklan selain menarik juga harus mendidik karena bukan hanya orang dewasa saja yang menonton iklan tersebut melainkan semua golongan masyarakat mulai dari anak kecil hingga dewasa. seharusnya iklan tersebut dibuat menarik dengan tidak menggunakan unsur mengajari anak-anak untuk berbohong. agar iklan tersebut dapat bermanfaat bagi siapa saja yang menontonya terimakasih.

SUMBER:







Senin, 26 Oktober 2015

PENGARUH BERKEMBANGNYA MASYARAKAT DI JALAN PINDAHAN DENGAN ADANYA ALFAMART

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Secara tidak langsung, kehadiran minimarket juga memperlihatkan bahwa kapitalisme mulai menjajah ke-Indonesia, padahal secara tekstual Indonesia menganut sistem perekonomian Pancasila yang berasaskan kekeluargaan (koperasi). Sistem kapitalisme sangat menguntungkan bagi pemilik modal. Kapitalisme memberikan keleluasaan para pemilik modal untuk menjalankan perekonomian yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya, maka pemilik modal besar akan memiliki kesempatan seluas-luasnya dalam mengembangkan sayap perekonomian, tetapi bagi pedagang tradisional yang memiliki modal kecil sulit bersaing dengan minimarket akan merugi hingga akhirnya bangkrut atau gulung tikar.

Kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi yang tidak ada batasnya dapat merugikan golongan yang lemah dan kaum minoritas. Persaingan yang sangat bebas menyebabkan golongan yang kuat kedudukanya bertambah kuat lagi. Misalnya, pengusaha besar mematikan usaha kecil.

Persebaran minimarket seperti Alfamart pada satu sisi memiliki dampak yang positif, hal ini membuktikan adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan menciptakan investasi, namun disisi lain hal ini dapan menyebabkan kelesuan para pedagang warung kecil, bahkan mematikan usaha mereka. Kehadiran  pasar modern tersebut telah memunculkan iklim persaingan yang tidak sehat yang merugikan pedagang warung kecil. Tidak menutup kemungkinan, kondisi yang timpang tersebut juga berpotensi munumbuhkan benih-benih kecemburuan sosial diantara para pelaku perdagangan. membuat pedagang kios kecil semakin terpuruk bahkan mati karena tergerus keberadaan minimarket yang menawarkan kenyamanan berbelanja, kemudahan pembayaran, kualitas produk yang lebih baik dan nilai plus lainnya bila dibandingkan dengan apa yang dapat ditawarkan oleh warung kecil.

Dari uraian latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh minimarket Alfamart terhadap pendapatan perkembangan masyarakat di jalan pindahan . Oleh karena itu, atas dasar tersebut penulis akan melakukan penelitian dalam sebuah skripsi yang berjudul: “Pengaruh Berkembangnya Masyarakat di Jalan Pindahan Dengan Adanya Alfamart”


1.2  Rumusan Masalah
  1.  Bagaimana awal mulanya pertumbuhan alfamart di jalan pindahan ?
  2.  Apa analisis manfaat dan kerugian yang di terima warga atau warung kecil yang ada di sekitar alfamart?


1.3  Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui bagaimana awal tumbuhnya alfamart di jalan pindahan.
  2. Untuk mengentahui analisis manfaat dan kerugian yang di terima warga atau warung  kecil yang ada di sekitar alfamrt.



BAB II
BAHASAN TEORI

    2.1  Pengertian Alfamart

·                     Menurut id.wikipedia.org Alfamart adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produkmakanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnyatersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.

·                     Menurut corporate.alfamartku.com Alfamart adalah gerai komunitas, karenanya  kami selalu berpartisipasi dalam meningkatkan  kesejahteraan masyarakat melalui program  Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang terbagi menjadi Alfamart Care yang membantu masyarakat melalui kegiatan-kegiatan sosial.

Sejarah Alfamart dimulai pada tahun 1989 oleh Djoko Susanto dan Keluarga. Didirikan dengan nama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Perseroan), yang memulai usahanya di bidang perdagangan dan distribusi, kemudian pada 1999 mulai memasuki sektor ritel minimarket. Ekspansi secara ekponensial dimulai Perseroan pada tahun 2002 dengan mengakusisi 141 gerai Alfaminimart dan membawa nama baru Alfamart. Saat ini Alfamart merupakan salah satu yang terdepan dalam usaha ritel, dengan melayani lebih dari 3.0 juta pelanggan setiap harinya di hampir 10.300 gerai yang tersebar di Indonesia. Alfamart menyediakan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, tempat belanja yang nyaman, serta lokasi yang mudah dijangkau. Didukung lebih dari 70.000 karyawan menjadikan Alfamart sebagai salah satu pembuka lapangan kerja terbesar di Indonesia.

   2.2  Analisis  Perkembangan Alfamart Serta Manfaat Dan Kerugian

Saya berasal dari pekalongan tetapi saya tinggal di Depok karena orang tua saya bekerja di depok, sudah 26tahun kurang lebih saya beserta keluarga tinggal di depok dari yang dulu tidak ada alfamart sekarang ada alfamart yang letaknya mungkin starategis untuk membuka mini market  , dulunya sebelum alfamar di dirikan ditempat itu Cuma ada bengkel  mungkin karena bengkelnya sepi  jadi tempatnya di sewakan oleh perusahaan alfamart, manfaat dan kerugian yang di rasakaan oleh masyarakat sebagai berikut:
·         Dampak positifnya bagi masyarakat
Masyarakat sekitar dapat berbelanja dengan nyaman karena mendapatkan fasilitas yg baik dari pihak alfamart itu sendiri, sedangkan dampak negatinya adalah kerusakan lingkungan akibat pembuatan bangunan dari alfamart itu sendiri.

·         Dampak bagi warung kecil
Dampak yang ditimbulkan akibat adanya alfamart yang berdekatan dengan usaha warung kecil adalah penurunan penjualan terhadap warung kecil tersebut.



BAB III
PENUTUP

   3.1 KESIMPULAN
 Perkembangan alfamart di jalan pindahan cukup menimbulkn manfaat bagi masyarakat di sekitarnya walapun ada warung kecil yang mengalami penurunan pendapatan namun masalah tersebut dapat di terima oleh pedagang warung kecil.



REFERENSI


http://myzizul990.blogspot.co.id/

Selasa, 13 Oktober 2015

ADAT PERNIKAHAN KOTA PEKALONGAN


PENDAHULUAN

Suatu acara pernikahan adalah hal yang selalu di selenggaran ketika sebuah hubungan sudah menetukan langkah ke jenjang yang lebih serius. Tepatnya tanggal 24 september penulis di udangan ke acara pernikahan di kota pekalongan hari itu bertepatan hari  Idul Adha acara di selenggarakan dengan nuansa tradisional khas jawa kota pekalongan.



LANDASAN TEORI

A. Definisi Para Ahli Tentang Adat ,Pernikahan ,Kota pekaloangan

1. Adat

Menurut Jalaludi Tunsam dalam tulisannya pada tahun 1660 menyatakan bahwa “adat”
berasal dari bahasa arab yang merupakan bentuk jamak dari (adah) yang memiliki arti cara
atau kebiasaan.

Sedangkan menurut Koen Cakraningrat, adat ialah suatu bentuk perwujudan dari kebudayaan. Kemudian, adat digambarkan sebagai tata kelakuan. Adat merupakan sebuah norma atau aturan yang tidak tertulis, akan tetapi keberadaannya sangat kuat dan mengikat sehingga siapa saja yang melagggarnya akan dikenakan sangsi yang cukup keras. Contohnya, jika ada pasangan yang melakukan suatu hubungan tidak terpuji seperti perzinahan maka pasangan tersebut akan mendapatkan sangsi baik secara fisik maupun mental seperti yang diterapkan oleh provinsi Aceh yang menerapkan hukuman cambuk.

2. Pernikahan

# PROF. SUBEKTI, SH
Perkawinan adalah pertalian yang sah antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan untuk waktu yang lama.

# PROF. MR. PAUL SCHOLTEN
Perkawinan adalah hubungan hukum antara seorang pria dan seorang wanita untuk hidup bersama dengan kekal, yang diakui oleh negara.

# PROF. DR. R. WIRJONO PRODJODIKORO, SH
Perkawinan adalah suatu hidup bersama dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang memenuhi syarat-syarat yang termasuk dalam peraturan hukum perkawinan.

# K. WANTJIK SALEH, SH
Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri.

3. Kota Pekalongan

Menurut (https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekalongan) Kota Pekalongan adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten
Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan.
Kota ini terletak di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif. Kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014 dan memiliki city branding World's city of Batik.

Transportasi di kota ini pun sudah cukup berkembang, karena terdapat terminal besar, stasiun, dan taksi. Makanan khas Pekalongan adalah megono, yakni irisan nangka dicampur dengan sambal bumbu kelapa. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan petai dan ikan bakar sebagai menu tambahan.

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain misalnya: syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh wali kota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.



ANALISIS

Acara pernikahan adalah sebagai suatu kebudayaan yang bersifat universal bagi manusia di dunia ternyata menjadi objek pembelajaran yang begitu menerik untuk di pelajari karena keragamannya.

Salah satunya yang menurut penulis menarik adalah acara pernikahan yang ada di kota Pekalongan karena kebetulan penulis berasal dari kota pekalongan.

Ada beberapa tahapan yang di lakukan dalam acara pernikahan di kota Pekalongan  seperti:

1. Pihak laki-laki berkunjung ke kluarga calon pengantin perempuan untuk mengikat calon peremmpuan dalam suatu hubungan ke arah suatu pernikahan, bisa saja acara pertunangan atau tukar cincin di lakukan dalam kesempatan ini.

2. Musyawarah kedua belah keluarga untuk menentukan hari jadi akad dan resepsi .

3. Pihak laki-laki atau yang mewakili datang ke pihak calon pengantin perempuan menyerahan seserahan.

4. Malam mindodaren itu adalah hari nyumbang ( memberi uang titipan) mulai dari pagi, siang, malam bahkan sampe keesokan harinya menjelang resepsi.

5. Akad nikah, rombongan pengantin laki-laki datang dan melakukan akad nikah di saksikan oleh seluruh orang yang datang pada acara tersebut. Selesai akad para tamu di jamu makanan biasanya di antarkan ke tempat duduk masing-masing oleh rewang (yang membantu dalam acara ).

6. Resepsi yang saya datangi saat itu di laksanakan pada malam hari kedua mempelai di rias seperti pengantin jawa pada umumnya dengan beberapa kali mengganti baju  ada sesi berfoto dengan keluarga , para tamu ataupun dengan sahabat dari mempelai pria maupun wanita.

Tahap- tahap di atas mungkin tidak terlalu beda dengan adat pernikahan jawa pada umunyanya, hanya beberapa penulis tidak menyebutkan apa istilah yang menggambarkan tahapan-tahapan tersebut.



REFERENSI

http://paketpernikahanpengantin.com/pengertian-dan-definisi-pernikahan-perkawinan-2/
http://www.duniapelajar.com/2014/07/04/pengertian-adat-istiadat-menurut-para-ahli/
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekalongan

Jumat, 17 April 2015

Di DugaTeror Bom Di ITC Depok

Depok. Pada senin tanggal 23/2/26 ITC Depok  sebuah benda yang dibungkus kardus berwarna coklat yang di duga bom itu meletup di area toilet lantai 2,ada seorang petugas kebersihan yang bernama sony mengatakan melihat bungkusan benda mencurigakan tersebut di area toilet sekitar pukul 16.00, sony sendiri mengira benda yang terbungkus kardus warna coklat tersebut milik pengunjung yang tertinggal, dan pada pukul 18.00 benda tersebut mengeluarkan ledakan ringan sebanyak satu kali ,saat meledak pengunjung lngsung berhamburan keluar .
tim Gegana Polda Metro Jaya dibantu Polres Depok masih melakukan sterilisasi dan berjaga di sekitar toilet. Anggota Gegana tampak keluar membawa satu bungkusan kadus berwarna cokelat yang dilakban. Belum diketahui isi bungkusan itu. Hingga pukul 21.00, tim Gegana masih melakukan identifikasi.

Benda yang ditemukan memang memiliki rangkaian serupa dengan bom, yaitu baterai, kabel berwarna hitam dan biru, detonator dan lakban termasuk 4 botol berwarna biru. 

Namun belum bisa dipastikan benar tersebut benar bom, termasuk apakah ini bagian dari aksi teror.

Benda-benda yang berada dalam kardus berukuran sedang dan diikat lakban itu kini sudah diamankan ke Mako Brimob Kelapa Dua. Kondisi benda tampak tidak mengalami kerusakan berat, hal itu menunjukkan memang hanya letupan suara.

Selasa, 07 April 2015

Serunya Masa SMPku

Namaku Nita aku ingin menceritakan masa-masa keseruanku pada saat aku di SMP aku mempunyai 3 sahabat wanita ada Amel, Cici, Mayang, kami termasuk remaja putri yang nakal walaupun kami ber 4 kesekolah menggunakan jilbab tapi kami tidak risih melakukan apa yang ank laki-laki lakukan tapi prestasi di sekolah kami tetap jadi yang terbaik ,pada suatu hari  di depan sekolah sebelum masuk sekolah ,entah setan apa yang terlintas di pikiran si cici ,dia mengajak aku,amel,mayang untuk bolos pergi kerumah cici ,”cabut yuk “ kata cici saat kita sedang berkumpul “kemana” kata amel, “kerumah gw yuk “ kata cici ,”yuk” kataku,amel,mayang . kami pun pergi berjalan kaki menuju rumah cici di tengah jalan kami melihat mobil bak yang sedang membawa besi “naik itu aja yuk “celetuk si mayang , “ya udah “ kata ku ,cici,amel . kami pun berlari mengejar mobil bak yang sedang berjalan entah lah yg di fikirkan orang terhadap kami apa, 4 orang anak perempuan memakai jilbab berlari- lari mengejar mobil bak yang sedang membawa besi untuk menaiki mobil bak tersebut, setelah kita berlari-lari mobil bak pun mulai dekat dan mulai berjalan berlahan karena di depan terdapat polisi tidur jadi membuat mobil tersebut melaju lebih berlahan, cici pun yang pertama naik sambil mengkat roknya sedengkul setelah cici berhasil naik dia membantu amel,  mayang dan terakhir aku ketika aku berhasil naik , aku tidak bisa mengangkat rok panjangku lebar-lebar alhasil aku harus di tarik oleh ke 3 sahabatku kuat-kuat ,sialnya setelah di tarik malah kepalaku yang sampai terbentur besi yang ada di atas mobil bak ,setelah kami semua sudah di atas mobil bak dan mobil bak berjalan sekitar  1menit ,entah kenapa mobil bak malah berhenti di depan warung  sopirpun keluar dan mengatakan kepada kami “neng udah sampe sini aja, udah sampe “ kata sopir mobil bak tersebut . disitupun kami  bengong dan sempat kesal ,ngdumel di dalam hati tapi hal itu yang membuat kita tertawa terbahak-bahak yang susah payah kita naik mobil bak sampe aku terbentur besi ini malah Cuma 1menit di atas mobil bak tersebut, dan akhirnya kami pun meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki sambil menertawakan kekonyolan yang barusan terjadi . setelah jauh berjaln kami pun sampai juga di rumah cici ,kami menuju kekamarnya cici dan beristirahat.

sekarang kami sudah beranjak dewasa amel dan mayang meneruskan kuliah sambil bekerja,cici yang sudah terlebih dahulu berubah tangga ,sedangkan q memilih untuk fokus meneruskan pendidikan ,cita-cita aku,amel dan mayang ingin menjadi wanita yang sukses terlebih dahulu baru berumah tangga.semoga cita-cita aku ,amel dan mayang di jabah oleh ALLAH SWT ,amin 

# nama di atas di samarkan jika ada kesamaan nama saya mohon maaf

PENALARAN, SILOGISME DAN ENTIMEN

A. PENALARAN
merupakan suatu corak atau cara seseorang mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain.

Dari prosesnya, penalaran dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif.
  •     Penalaran Induktif
  • Penalaran Deduktif

1. Proposisi
Suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan.
2. Inferensi (infere) : menarik kesimpulan.
proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui.
3. Implikasi (implicare) : melibat / merangkum.
rangkuman, sesuatu yang dianggap ada karena sudah di rangkum dalam fakta/ evidensi itu sendiri.
4. Evidensi
Semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu.

CARA MENGUJI DATA
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

CARA MENGUJI FAKTA
1.      menentukan apakah data itu merupakan kenyataan atau yang sungguh terjadi. Setelah yakin dengan hal itu barulah dilakukan penilaian yang kedua.
2.      Penilaian kedua ini berdasarkan 2 dasar yaitu Konsistensi dan juga Koherensi.

CARA MENILAI AUTORITAS
1.      Tidak mengandung Prasangka
2.      Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
3.      Kemashuran dan Prestise
4.      Koherensi dengan Kemajuan

B. SILOGISME
Bentuk Penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya.

1. JENIS SILOGISME
•     Silogisme Kategorial adalah salah satu premis merupakan anggota premis yang lain.
•   Silogisme hipotesis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.
• Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.

2. UNSUR-UNSUR YANG TERDAPAT DALAM SILOGISME
  • Premis Umum (Premis Mayor)
  • Premis Khusus (Premis Minor)
  • Simpulan
C. ENTIMEN

Suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Jumat, 09 Januari 2015

Pengaruh Individu, keluarga dan situasi

BAB I
PENDAHULUAN


I.1  Latar Belakang

Manusia  merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

Setiap individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan individu.

Dengan adanya  naluri yang dimiliki suatu individu, dimana ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah  hal itu benar atau tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam  masyarakat yang memiliki suatu  norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan terbawa menjadi pribadi yang religius.



I.2. Rumusan Masalah
1.      Jelaskan definisi pertumbuhan dan faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan!
2.      Jelaskan definisi keluarga!
3.      Jelaskan fungsi keluarga!
4.      Jelaskan definisi individu, keluarga dan situasi
5.      Jelaskan hubungan antara individu dengan kluarga

I.3 Tujuan Masalah
1.    Untuk mengetahui definisi pertumbuhan dan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
2.    Mengetahui difinisi kluarga
3.    Mengetahui fungsi kluarga
4.    Mengetahui definisi individu,kluarga dan situasi           
5.    Mengetahui hubungan antara individu dengan kluarga








BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pertumbuhan dan Perkembangan

Pada pembahasan konsep mengenai perkembangan individu ini, kami akan merangkaikan pengertian perkembangan dengan pertumbuhan. Hal ini dikarenakan dua kata tersebut dalam kedudukannya sebagai pengubah serta pemberi pengaruh terhadap diri individu tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Pertumbuhan adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolic/bersifat kuantitatif (Soetjiningsih,1988). 

Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga  dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

Perkembangan adalah bertambah kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. 

Perkembangan menyangkut adanya proses pematangan.sel-sel tubuh,jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa,sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya termasuk juga emosi,intelektual dan tingkah laku sebagai hasil iteraksi dengan lingkungan (Soetjiningsih, 1988). Perkembangan (development) juga merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan ini adalah proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia. Akhmad Sudrajat : 2008, memberikan definisi bahwa “Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.”

Adapun ciri – ciri pertumbuhan dan perkembangan yaitu kontinu; ada masa percepatan dan perlambatan; erkembangan mempunyai pola yang sama untuk semua individu, tetapi untuk kecepatan berbeda-beda untuk tiap individu, sangat dipengaruhi lingkungan; perkembangan erat dengan maturasi susunan saraf pusat; dan refleks primitif hilang sebelum gerakan volunteer tercapai.

Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, volume serta jumlah sel yang ditandai dengan pertambahan panjang, berat dan tinggi makhluk hidup yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke bentuk semula) dan kuantitatif (dapat diukur). Perkembangan adalah suatu proses dari organisme muda menuju keadaan yang lebih dewasa (matang secara seksual sehigga dapat melakukan reproduksi), serta bersifat kualitatif (tidak dapat diukur).
Berikut ini contoh yang dapat memperjelas perbedaan antara petumbuhan dan perkembangan.

1.      Pertumbuhan
Pertumbuhan Tanaman mangga yang tumbuh dari tanaman muda yang kecil menjadi tanaman yang lebih besar dan bercabang rindang. ukurang tinggi, berat dan volume dari batang dan daun tanaman mangga tadi dapat diukur dengan menggunakan alat ukur yang ada.

2.      Perkembangan
Tanaman mangga yang ketika menjadi tanaman muda tidak menghasilkan bunga dan buah, setelah beberapa tahun ditumbuhkan, dapat menghasilkan bunga dan buah yang bertujuan untuk perkembangbiakan dan reproduksi. Proses ini tidak dapat diukur karena kematangan seksual tanaman mangga tadi dapat berbeda – beda antara satu individu dengan individu lain, tergantung dari faktor yang mempengaruhi.

Berdasarkam uraian-uraian tersebut, maka dapat diartikan bahwa pertumbuhan fisiologis/fisik individu tidak ada artinya bila individu itu tidak mau melakukan proses pembelajaran untuk memiliki suatu kompetensi, keterampilan atau kemampuan tertentu sebagai bentuk pengembangan diri.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:

a)      Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.

b)      Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

c)      Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.


II.2 KELUARGA

Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi yang menciptakan peranan-peranan sosial bagi si suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Peranan-peranan tersebut dibatasi oleh masyarakat, tetapi masing-masing keluarga diperkuat melalui sentimen-sentimen yang sebagian merupakan tradisi dan sebagian lagi emosional yang menghasilkan pengalaman.

Keluarga adalah pemelihara suatu kebudayaan bersama yang diperoleh pada hakekatnya dari kebudayaan umum, tetapi dalam suatu masyarakat yang kompleks masing-masing keluarga mempunyai ciri-ciri yang berlainan dengan keluarga lain. Berbeda kebudayaan dari setiap keluarga timbul melalui komunikasi anggota-anggota keluarga yang merupakan gabungan dari pola-pola tingkah laku individu (dalam Khairudin, 1985).

Pada garis besarnya keluarga dapat dibagi kedalam dua bentuk besar yaitu keluarga luas (extended family) dan keluarga Inti (nuclear family). Keluarga luas adalah satuan keluarga yang meliputi lebih dari satu generasi dan satu lingkungan kaum keluarga yang lebih luas daripada hanya ayah, ibu dan anak-anak atau dengan perkataan lain, keluarga luas merupakan keluarga inti ditambah dengan anggota-anggota keluarga yang lain, atau keluarga yang lebih dari satu generasi. Sedangkan keluarga inti dapat didefinisikan dengan keluarga atau kelompok yang terdiri dar atah, ibu dan anak-anak yang belum dewasa atau belum menikah.

Di Indonesia sendiri, keluarga telah diatur dalam berbagai peraturan atau undang-undang RI nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan keluarga sebagai berikut : ”Keluarga merupakan wahana pertama seorang anak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kelangsungan hidupnya”.

Sedangkan menurut SD. Vembrianto dalam “Sosiologi Pendidikan” mengintisarikan tentang pengertian keluarga ini yaitu : Keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu dan anak. Hubungan sosial diantara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan atau adopsi. Hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana efeksi dan rasa tanggung jawab Fungsi keluarga ialah memelihara, merawat dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.


*Fungsi Keluarga

Pada dasarnya keluarga mempunyai fungsi-fungsi pokok yang sulit diubah dan digantikan oleh orang atau lembaga lain tetapi karena masyarakat sekarang ini telah mengalami perubahan, tidak menutup kemungkinan sebagian dari fungsi sosial keluarga tersebut mengalami perubahan. Dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga tersebut akan banyak dipengaruhi oleh ikatan-ikatan dalam keluarga, hal ini sesuai dengan yang dikatakan MI Solaeman (1978:18) bahwa : “Pada dasarnya keluarga mempunyai fungsi-fungsi yang pokok, yaitu fungsi-fungsi yang tidak bisa dirubah dan digantikan oleh orang lain, sedangkan fungsi-fungsi lain atau fungsi-fungsi sosial relatif lebih mudah berubah atau mengalami perubahan”.

Mengenal fungsi keluarga Abu Ahmadi (1991:247) mengemukakan bahwa tugas atau fungsi keluarga bukan merupakan fungsi yang tunggal tetapi jamak. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa fungsi kelurga adalah : Menstabilkan situasi keluarga dalam arti stabilisasi situasi ekonomi keluarga; Mendidik; Pemelihara fisik dan psikis keluarga, termasuk disini kehidupan religius.

Mengenai fungsi keluarga, khususnya tanggung jawab orang tua terhadap anaknya Singgih P Gunarsa (1991:54) mengemukakan sebagai berikut : “Tanggung jawab orang tua ialah memenuhi kebutuhan-kebutuhan si anak baik dari sudut organis-Psikologis, antara lain makanan, maupun kebutuhan-kebutuhan psikis seperti kebutuhan-kebutuhan akan perkembangan, kebutuhan intelektual melalui pendidikan, kebutuhan rasa dikasihi, dimengerti dan rasa aman melalui perawatan asuhan ucapan-ucapan dan perlakuan”.

Dari konsep tersebut diterangkan bahwa diantaranya peran orang tua ini sangat penting sekali terhadap pemenuhan kebutuhan intelektual bagi anak melalui pendidikan.Hal ini merupakan tanggung jawab orang tua harus diberikan kepada anaknya sehingga orang tua ditekankan harus mengerti akan fungsi keluarga dan tentunya pemahaman tentang pendidikan. Ini harus benar-benar dirasakan oleh orang tua sampai mampu berkeinginan untuk melanjutkan sekolah anaknya ke yang lebih tinggi sehingga wawasan dan pemahaman anak bisa lebih luas.

Selain dari pendapat diatas mengenai fungsi keluarga ini menurut MI Soelaeman mengatakan sebagai berikut :

  • Fungsi Edukatif – Sebagai suatu unsur dari tingkat pusat pendidikan, merupakan lingkungan pendidikan yang pertama bagi anak. Dalam kedudukn ini, adalah suatu kewajaran apabila kehidupan keluarga sehari-hari, pada saar-saat tertentu terjadi situasi pendidikan yang dihayati oleh anak dan diarahkan pada perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

  • Fungsi Sosialisasi – Melalui interaksi dalam keluarg anak mempelajari pola-pola tingkahlaku, sikap, keyakinan, cita-cita serta nilai-nilai dalam masyarakat dalam rangka pengembangan kepribadiannya. Dalam rangka melaksanakan fungsi sosialisasi ini, keluarga mempunyai kedudukan sebagai penghubung antara anak dengan kehidupan sosial dan norma-norma sosial yang meliputi penerangan, penyaringan dan penafsiran ke dalam bahasa yang dimengerti oleh anak.

  • Fungsi protektif – Fungsi ini lebih menitik beratkan dan menekankan kepada rasa aman dan terlindungi apabila anak merasa aman dan terlindungi barulah anak dapat bebas melakukan penjajagan terhadap lingkungan.

  • Fungsi Afeksional – Yang dimaksud dengan fungsi afeksi adaslah adanya hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dan afeksi. Anak biasanya mempunyai kepekaan tersendiri akan iklim-iklim emosional yang terdapat dalam keluarga kehangatan yang terpenting bagi perkembangan keperibadian anak

  • Fungsi Religius – Keluarga berkewajiban mmperkenalkan dan mengajak anak serta keluarga pada kehidupan beragama. Sehingga melalui pengenalan ini diharapkan keluarga dapat mendidik anak serta anggotanya menjadi manusia yang beragama sesuai dengan keyakinan keluarga tersebut.

  • Fungsi Ekonomis – Fungsi keluarga ini meliputi pencarian nafkah, perencanaan dan pembelanjaannya. Pelaksanaanya dilakukan oleh dan untuk semua anggota keluarga, sehingga akan menambah saling mengerti, solidaritas dan tanggung jawab bersama.

  • Fungsi Rekreatif – Suasana keluarga yang tentram dan damai diperlukan guna mengembalikan tenaga yang telah dikeluarkan dalam kehidupan sehari-hari

  • Fungsi Biologis – Fungsi ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan biologis keluarga, diantaranya kebutuhan seksuil. Kebutuhan ini berhubungan dengan pengembangan keturunan atau keinginan untuk mendapatkan keturunan. Selain itu juga yang termasuk dalam fungsi biologis ini yaitu perlindungan fisik seperti kesehatan jasmani dan kebutuhan jasmani yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan akan mempengaruhi kepada jasmani setiap anggota keluarga.

Dari uraian mengenai fungsi-fungsi keluaga diatas, maka jelaslah bahwa fungsi-fungsi ini semuanya memegang peranan penting dalam keluarga, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan individu yang menjadi anggota keluarganya. Untuk itu dalam penerapannya hendaknya fungsi-fungsi tersebut berjalan secara seimbang, karena akan membantu keharmonisan serta kehidupan keluarga. Pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga ini disertai dengan suasana yang baik serta fasilitas yang memadai.


II.3  Individu, Keluarga, Dan Situasi

1)      Individu

Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.

Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.

Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.

2)      Keluarga

Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri. Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.

3) Situasi

Menurut Engel, dkk(1994) pengaruh situasi adalah pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek. Menurut Asseal (1998) Faktor situasional adalah kondisi sesaat yang muncul pada tempat dan waktu tertentu, kemunculanya terpisah dari diri produk maupun konsumen

4)      Hubungan Individu, Keluarga

Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila pada perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi individu adalah keluarga.

* Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.