Kamis, 24 Oktober 2013

komentar tentang undang-undang koperasi


BAB I

Sejarah koperasi di Indonesia

Sejarah singkat koperasi menurut wikipedia.org gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Banktersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musimpanen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.

Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda).

BAB II

Ringkasan undang-undang no. 25 tahun 1992 tetang pengkoperasian

Pasal 1: Menjelaskan pengertian tenteng koperasi ,perkoperasian ,koperasi primer, koperasi sekunder dan gerakan koperasi

Pasal 2: menjelaskan koperasi yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945

Pasal 3: koperasi yang bertujuan memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat yg berlandaskan pancasila dan undang-undang 1945

Pasal 4: fungsi koperasi sebabagai berikut:membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota, mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat

Pasal 5: menjelaskan prinsip koperasi yg bersifat suka rela , demokratis, adil dan kemandirian

Pasal 6: syarat pembentukan koperasi : koperasi primer sekurang- kurangnya 20 orang, koperasi sekunder sekurang-kurangnya 3 koperasi

pasal 17: Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa Koperasi. Keanggotaan Koperasi dicatat dalam buku daftar anggota.

Pasal 21: orgaisasi koperasi terdiri dari : rapat anggota,pengurus dan pengawas

Undang-Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Selanjutnya penjelasan Pasal 33 antara lain menyatakan bahwa kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang dan bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi. Penjelasan Pasal 33 menempatkan Koperasi baik dalam kedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional maupun sebagai bagian integral tata perekonomian nasional.

Pembangunan Koperasi perlu diarahkan sehingga semakin berperan dalam perekonomian nasional. Pengembangannya diarahkan agar Koperasi benar-benar menerapkan prinsip Koperasi dan kaidah usaha ekonomi. Dengan demikian Koperasi akan merupakan organisasi ekonomi yang mantap, demokratis, otonom, partisipatif, dan berwatak sosial. Pembinaan Koperasi pada dasarnya dimaksudkan untuk mendorong agar Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama dalam kehidupan ekonomi rakyat.

BAB III

Menanggapi:

A. dalam undang-undang NOMOR 25 TAHUN 1992 membahas tentang tujuan ,fungsi serta pembentukan koperasi yng berlandaskan pancasila dan undang-undang 1945

B. uu tentang koperasi tidak pernah di update padahal uu tersebut dibuat pada th 1992, sedangkan sekarang sudah th 2013 tentu masa sekarang dengan 21 tahun yang lalu pasti berbeda

C. Bahwa untuk mewujudkan hal-hal tersebut dan menyelaraskan dengan perkembangan keadaan, perlu mengatur kembali ketentuan tentang perkoperasian dalam suatu Undang-undang sebagai pengganti Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian

D. Bahwa Koperasi perlu lebih membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip Koperasi sehingga mampu berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional

E. Bahwa pembangunan Koperasi merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan seluruh rakyat

F. Bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi;

 

 

 

Kelompok :

Liliek Sulistiyowati

Andari Isnadiah

Irma Yunita

Dela Damelia

Sumber:


Undang-undang 1945


Sabtu, 11 Mei 2013

Direct & Indirect







LATIHAN 4

1. Jim said, “ I am sleepy  “. Jim said, he was sleepy
2. Sally said, “ I don’t like chocolate “.  Sally said, She didn’t like chocolate
3. Marry said, “I am planning to take a trip “. Marry said, She was planning to  take a trip
4. Tom said, “I have already eaten lunch “.  Tom said, He had already eaten lunch
5. Kate said, “I called my doctor “.  Kate said (that) she had called my doctor
6. Mr. rice said,” I’m going to go to Chicago “.  Mr. Rice said, he was going to go to Chicago
7. Eric said,” I will come to the meeting “. Eric said, He would come to the meeting
8. Jean said, “ I can’t afford  to buy a new car “. Jean said, she couldn’t afford to buy a new car
9. Jessica said, “ I may go to the library “. Jessica said, she might go to the library
10. Ted said,” I have to finish my work “. Ted said, He had to finish my work
11. Ms. Young said, “I must talk to professor reed “. Ms. Young said, she had to talk to professor reed
12. Alice said ,”I should visit my aunt and uncle “. Alice said, she should visit her   aunt & uncle

Sabtu, 04 Mei 2013

CONJUNCTION


Pengertian dan Macam-macam Conjunction (Kata Penghubung) 


A. Pengertian

A conjunction (conj/cnj) merupakan salah satu macam kata yang menghubungkan 2 item (kata, kalimat, frasa, atau  klausa) secara bersama-sama.
Dalam bahasa Indonesia ‘conjunction’ disebut juga sebagai kata penghubung, perangkai, ataupun kata sambung.

B. Bentuk-bentuk conjunctions/ kata penghubung

1.Coordinating conjunction
Coordinating conjunctions, juga dipanggil ‘coordinators’, merupakan kata penghubung yang menghubungkan dua atau lebih kata, klausa, ataupun kalimat, yang mempunyai bentuk sintaksis (aturan dalam hal pembuatan kalimat) yang sama. Contoh-contoh kata penghubung coordinating yaitu: for, and, nor, but, or, yet, and so. Untuk memudahkan dalam menghafalnya biasa disingkat FANBOYS.
 Arti dan contoh dalam kalimat:

a.For yang berarti ‘karena.’
 Contoh: Imamsyah Al-Hadi always keeps the lights on, for he is afraid of sleeping in the dark.
Kata ‘for’ lebih umum digunakan sebagai preposition/kata depan yang bermakana ‘untuk.’
Contoh:A chew is used for cutting wood.
b.And yang berarti ‘dan.’
Contoh: My sister lives in South Sulawesi, and my brother lives in North Sulawesi.
Perhatikan:
• Muh. Rifqi enjoys lerning English, and he enjoys playing football.
• Muh. Rifqi enjoys learning English and playing football.
(S + V) + koma ( S + V)
c.Nor yang berarti ‘dan.’
Contoh: Ali doesn’t enjoy learning English , nor does he enjoy football. [kalimat negatif]
d.But yang berarti ‘tetapi.’
Contoh:
• Muh. Imran enjoys learning English, but he doesn’t enjoy playing football.
• My shoes are old but comfortable.
e.Yet yang berarti ‘namun.’
Contoh: Muh. Imran enjoys learning English, yet he doesn’t enjoy playing football.
f.Or yang berarti ‘atau.’
Contoh:
• Next month I will go to my hometown, or I may just stay in Makassar.
• Next month I will go to my hometown or may just stay in Makassar.
g.So yang berarti ‘jadi/ oleh karena itu.’
Contoh: I have a dream to go abgroad, so I have to study English more.

2. Correlative conjunction
Correlative conjunctions, juga biasa disebut ‘paired conjunctions’,  merupakan kata penghubung yang berpasangan yang menyerasikan atau melaraskan 2 item (kata, kalimat, frasa, atau  klausa). Contohnya: both…and;  not only…but also; either…or; neither…nor.
 Arti dan contoh dalam kalimat:
a.Both…and yang beramakna ‘keduanya’
Contoh: Both Muh. Syihab and Muh. Hasan basri are the members of New Generation Club.
Dua subjek yang dihubungkan oleh ‘both…and’ adalah berbentuk jamak.
b.Not only…but also yang bermakna ‘tidak hanya…tapi juga’
Contoh:
• Not only my sister but also my brother is in Makassar.
• Not only my sister but also my brothers are in Makassar.
Ketika ada dua subjek yang dihubungkan oleh not only…but also, either…or, or neither…nor’ maka subject yang lebih dekat dengan kata kerja yang akan menentukan apakah kata kerjanya berbentuk tunggal atau jamak.
c. Either…or yang bermakana ‘baik…atau/juga’
Contoh:
• Either my sister or my brother is in Makassar.
• Either my sister or my brothers are in Makssar.
d. Neither…nor yang bermakna ‘baik…maupun…tidak’
Contoh:
• Neither my sister nor my brother is in Makassar.
• Neither my sister nor my brothers are in Makssar.

3. Subordinating conjunction
Subordinating conjuctions, juga disebut ‘subordinators’, merupakan kata penghubung yang memperkenalkan sebuah kalimat. Kata penghubung ‘subordinating’ digunakan dalam adverb clause yang mana tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya kalimat yang menggandengnya. Contoh kata penghubung ‘subordinating’ yaitu sebagai berikut.
Time: after, before, when, while, as, as soon as, since, until, by the time, once, whenever, every time etc.
Cause and effect: because, now that, since etc.
Contrast: even though, although, though etc.
Direct contrast: while, whereas etc.
Condition: if, unless, only if, whether or not, even if, in case, in the even that etc.
Contoh dalam bentuk kalimat:
• Because he was sleepy, he went to bed. [memakai koma]
• He went to bed because he was sleepy. [tanpa koma]
• Now that the semester is over, I’m going to go to my hometown. [memakai koma]
• Since it’s raining, I can’t go to campuss. [memakai koma]
‘Since’ berarti ‘karena’, dan ‘now that’ berarti ‘karena sekarang.’
Untuk lebih jauh mengenai subordinating conjuction silahakan mencari buku yang membahasnya secara mendetail.

Daftar pustaka :
•http://smp5sleman.wordpress.com/2011/07/06/pengertian-dan-macam-macam-conjunction-kata-penghubung/
•http://wongzo.blogspot.com/2013/01/pengertian-contoh-kalimat-conjunctions_3753.html

Minggu, 14 April 2013

Human resource management


Terjemahan : Bahasa inggris

Human resource management

Human resource management (HRM, or simply HR) is the management of an organization's workforce, or human resources. It is responsible for the attraction, selection, training, assessment, and rewarding of employees, while also overseeing organizational leadership and culture, and ensuring compliance with employment and labor laws. In circumstances where employees desire and are legally authorized to hold a collective bargaining agreement, HR will also serve as the company's primary liaison with the employees' representatives (usually a labor union).
HR is a product of the human relations movement of the early 20th century, when researchers began documenting ways of creating business value through the strategic management of the workforce. The function was initially dominated by transactional work such as payroll and benefits administration, but due to globalization, company consolidation, technological advancement, and further research, HR now focuses on strategic initiatives like mergers and acquisitions, talent management, succession planning, industrial and labor relations, and diversity and inclusion.
In startup companies, HR's duties may be performed by a handful of trained professionals or even by non-HR personnel. In larger companies, an entire functional group is typically dedicated to the discipline, with staff specializing in various HR tasks and functional leadership engaging in strategic decision making across the business. To train practitioners for the profession, institutions of higher education, professional associations, and companies themselves have created programs of study dedicated explicitly to the duties of the function. Academic and practitioner organizations likewise seek to engage and further the field of HR, as evidenced by several field-specific publications.

History
Antecedent theoretical developments
HR spawned from the human relations movement, which began in the early 20th century due to work by Frederick Taylor in lean manufacturing. Taylor explored what he termed "scientific management" (later referred to by others as "Taylorism"), striving to improve economic efficiency in manufacturing jobs. He eventually keyed in on one of the principal inputs into the manufacturing process—labor—sparking inquiry into workforce productivity.
The movement was formalized following the research of Elton Mayo, whose Hawthorne studies serendipitously documented how stimuli unrelated to financial compensation and working conditions—attention and engagement—yielded more productive workers. Contemporaneous work by Abraham Maslow, Kurt Lewin, Max Weber, Frederick Herzberg, and David McClelland formed the basis for studies in organizational behavior and organizational theory, giving room for an applied discipline.
Birth and evolution of the discipline
By the time enough theoretical evidence existed to make a business case for strategic workforce management, changes in the business landscape (a là Andrew Carnegie, John Rockefeller) and in public policy (a là Sidney and Beatrice Webb, Franklin D. Roosevelt and the New Deal) had transformed the employer-employee relationship, and the discipline was formalized as "industrial andlabor relations". In 1913, one of the oldest known professional HR associations—the Chartered Institute of Personnel and Development—was founded in England as the Welfare Workers' Association, then changed its name a decade later to the Institute of Industrial Welfare Workers, and again the next decade to Institute of Labour Management before settling upon its current name.  Likewise in the United States, the world's first institution of higher education dedicated to workplace studies—the School of Industrial and Labor Relations—was formed at Cornell University in 1945.
During the latter half of the 20th century, union membership declined significantly, while workforce management continued to expand its influence within organizations. "Industrial and labor relations" began being used to refer specifically to issues concerning collective representation, and many companies began referring to the profession as "personnel administration". In 1948, what would later become the largest professional HR association—the Society for Human Resource Management (SHRM)—was founded as the American Society for Personnel Administration(ASPA).
Nearing the 21st century, advances in transportation and communications greatly facilitated workforce mobility and collaboration. Corporations began viewing employees as assets rather than as cogs in a machine. "Human resources management", consequently, became the dominant term for the function—the ASPA even changing its name to SHRM in 1998. "Human capital management" is sometimes used synonymously with HR, although human capital typically refers to a more narrow view of human resources; i.e., the knowledge the individuals embody and can contribute to an organization. Likewise, other terms sometimes used to describe the field include "organizational management", "manpower management", "talent management", "personnel management", and simply "people management".
In popular media
HR has been depicted in several popular media. On the U.S. television series of The Office, HR representative Toby Flenderson is sometimes seen as a nag because he constantly reminds coworkers of company policies and government regulations. Long-running American comic strip Dilbert also frequently portrays sadistic HR policies through character Catbert, the "evil director of human resources". Additionally, an HR manager is the title character in the 2010 Israeli film The Human Resources Manager, while an HR intern is the protagonist in 1999 French filmRessources humaines. Additionally, the BBC sitcom dinnerladies main character Philippa is an HR manager
Practice
Business function
Dave Ulrich lists the functions of HR as: aligning HR and business strategy, re-engineering organization processes, listening and responding to employees, and managing transformation and change.
In practice, HR is responsible for employee experience during the entire employment lifecycle. It is first charged with attracting the right employees through employer branding. It then must select the right employees through the recruitment process. HR then onboards new hires and oversees their training and development during their tenure with the organization. HR assesses talent through use of performance appraisals and then rewards them accordingly. In fulfillment of the latter, HR may sometimes administer payroll and employee benefits, although such activities are more and more being outsourced, with HR playing a more strategic role. Finally, HR is involved in employee terminations - including resignations, performance-related dismissals, and redundancies.
At the macro-level, HR is in charge of overseeing organizational leadership and culture. HR also ensures compliance with employment and labor laws, which differ by geography, and often oversees health, safety, and security. In circumstances where employees desire and are legally authorized to hold a collective bargaining agreement, HR will typically also serve as the company's primary liaison with the employee's representatives (usually a labor union). Consequently, HR, usually through industry representatives, engages in lobbying efforts with governmental agencies (e.g., in the United States, the United States Department of Labor and the National Labor Relations Board) to further its priorities.
The discipline may also engage in mobility management, especially pertaining to expatriates; and it is frequently involved in the merger and acquisition process. HR is generally viewed as a support function to the business, helping to minimize costs and reduce risk.
Careers
There are almost half a million HR practitioners in the United States and thousands more worldwide. The Chief HR Officer is the highest ranking HR executive in most companies and typically reports directly to the Chief Executive Officer and works with the Board of Directors on CEO succession.
Within companies, HR positions generally fall into one of two categories: generalist and specialist. Generalists support employees directly with their questions, grievances, and projects. They "may handle all aspects of human resources work, and thus require an extensive range of knowledge. The responsibilities of human resources generalists can vary widely, depending on their employer's needs." Specialists, conversely, work in a specific HR function. Some practitioners will spend an entire career as either a generalist or a specialist while others will obtain experiences from each and choose a path later. Being an HR manager consistently ranks as one of the best jobs, with a #4 ranking by CNN Money in 2006 and a #20 ranking by the same organization in 2009, due to its pay, personal satisfaction, job security, future growth, and benefit to society.
Human resource consulting is a related career path where individuals may work as advisers to companies and complete tasks outsourced from companies. In 2007, there were 950 HR consultancies globally, constituting a USD $18.4 billion market. The top five revenue generating firms were Mercer, Ernst & Young, Deloitte, Watson Wyatt (now part of Towers Watson), Aon (now merged with Hewitt), and PwC consulting.For 2010,
HR consulting was ranked the #43 best job in America by CNN Money.

education
Higher education

The School of Industrial and Labor Relations atCornell University was the world's first school for college-level study in HR.
Several universities offer programs of study pertaining to HR and related fields. The School of Industrial and Labor Relations at Cornell Universitywas the world's first school for college-level study in HR. It continues to offer education at the undergraduate, graduate, and professional levels; and it operates a joint degree program with the Samuel Curtis Johnson Graduate School of Management, which HR Patriot termed the "crown jewel for aspiring HR professionals".
Other universities with entire colleges dedicated to the study of HR include Michigan State University, University of Illinois at Urbana-Champaign, and Renmin University of China. Dozens of other universities house departments and institutes related to the field, either within a business schoolor in another college.
Professional associations
HR education also comes by way of professional associations, which offer training and certification. The Society for Human Resource Management, which is based in the United States, is the largest professional association dedicated to HR, with over 250,000 members in 140 countries. It offers a suite of Professional in Human Resources (PHR) certifications through its HR Certification Institute. The Chartered Institute of Personnel and Development, based in England, is the oldest professional HR association,with its predecessor institution being founded in 1918.
Several associations also serve niches within HR. The Institute of Recruiters (IOR) is a recruitment professional association, offering members education, support and training. WorldatWorkfocuses on "total rewards" (i.e., compensation, benefits, work life, performance, recognition, and career development), offering several certifications and training programs dealing with remunerationand work-life balance. Other niche associations include the American Society for Training & Development and Recognition Professionals International.










Terjemahan : Bahasa Indonesia
Manajemen sumber daya manusia

Manajemen sumber daya manusia (HRM, atau hanya SDM) adalah pengelolaan tenaga kerja organisasi, atau sumber daya manusia. Hal ini bertanggung jawab untuk daya tarik, seleksi, pelatihan, penilaian, dan bermanfaat karyawan, sementara juga mengawasi kepemimpinan dan budaya organisasi, dan memastikan kepatuhan terhadap pekerjaan dan hukum perburuhan. Dalam keadaan dimana karyawan menginginkan dan secara hukum berwenang untuk mengadakan perjanjian kerja bersama, HR juga akan berfungsi sebagai penghubung utama perusahaan dengan perwakilan karyawan (biasanya serikat pekerja).
HR adalah produk dari gerakan hubungan manusia awal abad ke-20, ketika para peneliti mulai mendokumentasikan cara menciptakan nilai bisnis melalui manajemen strategis dari angkatan kerja. Fungsi awalnya didominasi oleh pekerjaan transaksional seperti penggajian dan administrasi manfaat, namun karena globalisasi, konsolidasi perusahaan, kemajuan teknologi, dan penelitian lebih lanjut, HR kini berfokus pada inisiatif strategis seperti merger dan akuisisi, manajemen bakat, perencanaan suksesi, industri dan tenaga kerja hubungan, dan keragaman dan inklusi.
Dalam perusahaan startup, tugas HR dapat dilakukan oleh segelintir profesional terlatih atau bahkan oleh personil non-HR. Dalam perusahaan besar, gugus fungsional seluruh biasanya didedikasikan untuk disiplin, dengan staf yang mengkhususkan diri dalam berbagai tugas HR dan kepemimpinan fungsional terlibat dalam pengambilan keputusan strategis di seluruh bisnis. Untuk melatih praktisi profesi, lembaga pendidikan tinggi, asosiasi profesi, dan perusahaan itu sendiri telah menciptakan program studi yang didedikasikan secara eksplisit dengan tugas fungsi. Organisasi akademis dan praktisi juga berusaha untuk terlibat dan memajukan bidang SDM, sebagaimana dibuktikan oleh beberapa publikasi bidang khusus.
Sejarah
Teori perkembangan yg
HR melahirkan dari gerakan hubungan manusia, yang dimulai pada awal abad ke-20 karena bekerja oleh Frederick Taylor dalam lean manufacturing. Taylor dieksplorasi apa yang disebutnya "manajemen ilmiah" (kemudian disebut oleh orang lain sebagai "Taylorisme"), berjuang untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dalam pekerjaan manufaktur. Dia akhirnya diketik di salah satu masukan utama ke dalam proses manufaktur-tenaga kerja memicu penyelidikan produktivitas tenaga kerja.
Gerakan diresmikan setelah penelitian Elton Mayo, yang kebetulan Hawthorne studi mendokumentasikan bagaimana rangsangan yang tidak terkait dengan kompensasi finansial dan kondisi kerja-perhatian dan keterlibatan-menghasilkan pekerja lebih produktif. Pekerjaan temporer oleh Abraham Maslow, Kurt Lewin, Max Weber, Frederick Herzberg, dan David McClelland membentuk dasar untuk studi dalam perilaku organisasi dan teori organisasi, memberikan ruang untuk disiplin diterapkan.
Kelahiran dan evolusi disiplin
Pada saat cukup bukti teoritis ada untuk membuat kasus bisnis untuk manajemen tenaga kerja strategis, perubahan lanskap bisnis (a là Andrew Carnegie, John Rockefeller) dan kebijakan publik (a là Sidney dan Beatrice Webb, Franklin D. Roosevelt dan New kesepakatan) telah mengubah hubungan majikan-karyawan, dan disiplin diresmikan sebagai "hubungan industrial andlabor". Pada tahun 1913, salah satu SDM profesional tertua asosiasi-Chartered Institute of Personalia dan Pembangunan-didirikan di Inggris sebagai Asosiasi Kesejahteraan Pekerja, kemudian berganti nama satu dekade kemudian ke Institut Kesejahteraan Pekerja Industri, dan lagi berikutnya dekade untuk Institut Manajemen Tenaga Kerja sebelum menetap pada nama saat ini. Demikian juga di Amerika Serikat, lembaga pertama di dunia pendidikan tinggi yang didedikasikan untuk studi kerja-Sekolah Industri dan Hubungan Tenaga Kerja-dibentuk di Cornell University pada tahun 1945.
Selama paruh kedua abad ke-20, keanggotaan serikat menurun secara signifikan, sementara manajemen tenaga kerja terus memperluas pengaruhnya dalam organisasi. "Hubungan Industrial dan tenaga kerja" mulai digunakan untuk merujuk secara khusus untuk isu-isu tentang representasi kolektif, dan banyak perusahaan mulai mengacu pada profesi sebagai "administrasi kepegawaian". Pada tahun 1948, apa yang kemudian akan menjadi yang terbesar profesional HR asosiasi-Society for Human Resource Management (SHRM)-didirikan sebagai American Society for Administrasi Personalia (ASPA).
Menjelang abad ke-21, kemajuan dalam transportasi dan komunikasi sangat difasilitasi mobilitas tenaga kerja dan kolaborasi. Korporasi mulai melihat karyawan sebagai aset bukan sebagai roda dalam mesin. "Manajemen sumber daya manusia", akibatnya, menjadi istilah yang dominan untuk fungsi-ASPA bahkan mengubah nama menjadi SHRM pada tahun 1998. "Manajemen modal manusia" kadang-kadang digunakan secara sinonim dengan HR, meskipun modal manusia biasanya mengacu pada pandangan yang lebih sempit sumber daya manusia, yaitu, pengetahuan individu mewujudkan dan dapat berkontribusi untuk sebuah organisasi. Demikian juga, istilah lain kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan lapangan termasuk "manajemen organisasi", "manajemen tenaga kerja", "talent management", "manajemen personalia", dan hanya "orang manajemen".
Dalam media populer
HR telah digambarkan di beberapa media populer. Pada serial televisi AS Kantor, HR perwakilan Toby Flenderson kadang-kadang dilihat sebagai cerewet karena ia selalu mengingatkan rekan kerja dari kebijakan perusahaan dan peraturan pemerintah. Berjalan lama Amerika komik Dilbert juga sering menggambarkan kebijakan SDM sadis melalui karakter Catbert, "direktur jahat sumber daya manusia". Selain itu, seorang manajer SDM adalah karakter judul di 2010 Israel Film Manajer SDM, sementara magang HR adalah protagonis pada tahun 1999 Perancis filmRessources humaines. Selain itu, sitkom BBC dinnerladies Philippa karakter utama adalah seorang manajer SDM
Praktek
Fungsi Bisnis
Dave Ulrich daftar fungsi HR sebagai: menyelaraskan SDM dan strategi bisnis, proses organisasi re-engineering, mendengarkan dan menanggapi karyawan, dan mengelola transformasi dan perubahan.
Dalam prakteknya, HR bertanggung jawab untuk pengalaman karyawan selama seluruh siklus hidup kerja. Hal ini pertama diisi dengan menarik karyawan yang tepat melalui merek majikan. Kemudian harus memilih karyawan yang tepat melalui proses rekrutmen. HR kemudian onboards karyawan baru dan mengawasi pelatihan dan pengembangan mereka selama masa jabatan mereka dengan organisasi. HR menilai bakat melalui penggunaan penilaian kinerja dan kemudian memberi mereka pahala sesuai. Dalam pemenuhan yang terakhir, HR terkadang mengelola gaji dan kesejahteraan karyawan, meskipun kegiatan tersebut lebih banyak diserahkan, dengan SDM memainkan peran yang lebih strategis. Akhirnya, SDM yang terlibat dalam pemberhentian karyawan - termasuk pengunduran diri, pemecatan terkait kinerja, dan redudansi.
Pada tingkat makro, HR bertugas mengawasi kepemimpinan dan budaya organisasi. HR juga memastikan kepatuhan dengan pekerjaan dan tenaga kerja hukum, yang berbeda dengan geografi, dan sering mengawasi kesehatan, keselamatan, dan keamanan. Dalam keadaan dimana karyawan menginginkan dan secara hukum berwenang untuk mengadakan perjanjian kerja bersama, HR biasanya akan juga berfungsi sebagai penghubung utama perusahaan dengan perwakilan karyawan (biasanya serikat pekerja). Akibatnya, HR, biasanya melalui perwakilan industri, terlibat dalam upaya lobi dengan lembaga pemerintah (misalnya, di Amerika Serikat, Amerika Serikat Departemen Tenaga Kerja dan Dewan Nasional Hubungan Tenaga Kerja) untuk lebih prioritas.
Disiplin juga dapat terlibat dalam manajemen mobilitas, terutama yang berkaitan dengan ekspatriat, dan itu sering terlibat dalam proses merger dan akuisisi. HR umumnya dipandang sebagai fungsi pendukung bagi bisnis, membantu untuk meminimalkan biaya dan mengurangi risiko.
Karir
Ada hampir setengah juta praktisi HR di Amerika Serikat dan ribuan lainnya di seluruh dunia. The Chief Officer HR adalah eksekutif HR peringkat tertinggi di sebagian besar perusahaan dan biasanya melapor langsung kepada Chief Executive Officer dan bekerja dengan Dewan Direksi pada CEO suksesi.
Dalam perusahaan, posisi HR umumnya jatuh ke dalam salah satu dari dua kategori: generalis dan spesialis. Generalis mendukung karyawan langsung dengan pertanyaan mereka, keluhan, dan proyek. Mereka "mungkin menangani semua aspek pekerjaan sumber daya manusia, sehingga membutuhkan berbagai pengetahuan. Tanggung jawab generalis sumber daya manusia dapat sangat bervariasi, tergantung pada kebutuhan majikan mereka." Spesialis, sebaliknya, bekerja di fungsi SDM tertentu. Beberapa praktisi akan menghabiskan seluruh karir baik sebagai generalis atau spesialis sementara yang lain akan mendapatkan pengalaman dari masing-masing dan memilih jalan kemudian. Menjadi seorang manajer SDM secara konsisten peringkat sebagai salah satu pekerjaan terbaik, dengan peringkat # 4 oleh CNN Money pada tahun 2006 dan # 20 peringkat oleh organisasi yang sama pada tahun 2009, karena gaji nya, kepuasan pribadi, keamanan kerja, pertumbuhan di masa depan, dan manfaat bagi masyarakat.
Konsultasi sumber daya manusia adalah jalur karir yang terkait di mana individu dapat bekerja sebagai penasihat untuk perusahaan dan menyelesaikan tugas outsourcing dari perusahaan. Pada tahun 2007, ada 950 konsultan HR global, merupakan suatu USD $ 18400000000 pasar. Lima besar perusahaan menghasilkan pendapatan yang Mercer, Ernst & Young, Deloitte, Watson Wyatt (sekarang bagian dari Towers Watson), Aon (sekarang bergabung dengan Hewitt), dan PwC consulting.For 2010,
HR konsultasi menduduki peringkat # 43 pekerjaan terbaik di Amerika oleh CNN Money.

pendidikan
Pendidikan tinggi
Informasi lebih lanjut: Daftar program manajemen sumber daya manusia sarjana

The School of Industrial dan Hubungan Tenaga Kerja atCornell Universitas adalah sekolah pertama di dunia untuk studi tingkat perguruan tinggi di HR.
Beberapa universitas menawarkan program studi yang berkaitan dengan HR dan bidang terkait. Sekolah Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja di Cornell Universitywas sekolah pertama di dunia untuk studi tingkat perguruan tinggi di HR. Hal ini terus menawarkan pendidikan di sarjana, pascasarjana, dan profesional tingkat, dan beroperasi program gelar bersama dengan Samuel Curtis Johnson Graduate School of Management, yang HR Patriot disebut "permata mahkota untuk calon SDM profesional".
Universitas lain dengan seluruh perguruan tinggi yang didedikasikan untuk studi SDM meliputi Michigan State University, University of Illinois di Urbana-Champaign, dan Renmin University of China. Puluhan universitas lain departemen rumah dan lembaga yang terkait dengan bidang, baik dalam schoolor bisnis di perguruan tinggi lain.
Asosiasi profesional
Artikel utama: Daftar asosiasi manajemen sumber daya manusia
Pendidikan SDM juga dilengkapi dengan cara asosiasi profesional, yang menawarkan pelatihan dan sertifikasi. The Society for Human Resource Management, yang berbasis di Amerika Serikat, adalah asosiasi profesional terbesar didedikasikan untuk HR, dengan lebih dari 250.000 anggota di 140 negara. Ia menawarkan suite Profesional dalam Sumber Daya Manusia (PHR) sertifikasi melalui perusahaan HR Lembaga Sertifikasi. The Chartered Institute of Personalia dan Pembangunan, yang berbasis di Inggris, adalah yang tertua HR asosiasi profesional, dengan lembaga pendahulunya yang didirikan pada tahun 1918.
Beberapa asosiasi juga melayani ceruk dalam HR. Lembaga perekrut (IOR) adalah asosiasi rekrutmen profesional, menawarkan pendidikan anggota, dukungan dan pelatihan. WorldatWorkfocuses pada "total reward" (yaitu, kompensasi, manfaat, kehidupan kerja, kinerja, pengakuan, dan pengembangan karir), menawarkan beberapa sertifikasi dan program pelatihan berurusan dengan remunerationand keseimbangan kehidupan kerja. Asosiasi niche lainnya termasuk American Society for Training & Pengembangan dan Pengakuan Profesional Internasional.










References
1.      ^ Merkle, Judith A.. Management and Ideology. University of California Press. ISBN 0-520-03737-5.
2.      ^ Mayo, Elton (1945). "Hawthorne and the Western Electric Company". Harvard Business School. Retrieved 28 December 2011.
3.      ^ "About CIPD". Chartered Institute of Personnel and Development. Retrieved 22 December 2011.
5.      ^ a b "About SHRM". Society for Human Resource Management. Retrieved 22 December 2011.
6.      ^ O'Brien, Michael (October 8, 2009). "HR's Take on The Office". Human Resource Executive Online. Archived from [www.hrexecutive.com/HRE/story.jsp?storyId=266686219 the original] on 18 December 2011. Retrieved 28 December 2011.
7.      ^ "Catbert shows tougher side to human resources". Personnel Today. August 30, 2007. Retrieved 28 December 2011.
8.      ^ Ulrich, Dave (1996). Human Resource Champions. The next agenda for adding value and delivering results. Boston, Mass.: Harvard Business School Press. ISBN 0-87584-719-6.OCLC 34704904.
9.      ^ Towers, David. "Human Resource Management essays". Retrieved 2007-10-17.
10.  ^ a b Jonathan E. DeGraff (21 February 2010). "The Changing Environment of Professional HR Associations". Cornell HR Review. Retrieved 21 December 2011.
11.  ^ Wright, Patrick. "The 2011 CHRO Challenge: Building Organizational, Functional, and Personal Talent". Cornell Center for Advanced Human Resource Studies (CAHRS). Retrieved 3 September 2011.
12.  ^ Conaty, Bill, and Ram Charan (2011). The Talent Masters: Why Smart Leaders Put People Before Numbers. Crown Publishing Group. ISBN 978-0-307-46026-4.
13.  ^ "Human Resources, Training, and Labor Relations Managers and Specialists". U.S. Bureau of Labor Statistics. 2011. Retrieved 23 December 2011.
14.  ^ "Human Resources Manager". CNN Money. 2006. Retrieved 23 December 2011.
15.  ^ "Human Resources Manager". CNN Money. 2009. Retrieved 23 December 2011.
16.  ^ "Towers Watson Executives See Growth Ahead For Merged Firms". Workforce Management. 2007. Retrieved January 13, 2010.
17.  ^ "HR consultant". CNN Money. Retrieved 23 December 2011.
19.  ^ "HR Graduate Program Rankings". HR Patriot. 2009-04-26. Retrieved 2010-07-05.
^ "About IOR". Institute of Recruiters (IOR). Retr
      21. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas